8 Fakta Penganiayaan Pelajar 13 Tahun di Malang, Nomor 5 Bikin Marah

Avirista Midaada · Rabu, 24 November 2021 - 18:49:00 WIB
8 Fakta Penganiayaan Pelajar 13 Tahun di Malang, Nomor 5 Bikin Marah
Tangkapan layar saat korban dipukul dan ditendang salah seorang pelaku. (istimewa).

MALANG, iNews.id - Kasus penganiayaan pelajar 13 tahun yang viral di media sosial akhirnya sampai ke meja polisi. Sebanyak 10 orang diamankan dalam kasus ini, tujuh di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka dan enam telah ditahan. 

Berikut fakta kasus penganiayaan yang diderita korban hingga videonya viral di media sosial: 

1. Korban Tinggal di Panti Asuhan

Korban penganiayaan dan pemerkosaan setiap hari tinggal di panti asuhan Jalan Teluk Grajakan Gang XVII, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Sebab, keluarganya memiliki keterbatasan ekonomi. Sang ibu hanya sebagai pembantu rumah tangga, sementara ayahnya penderita gangguan jiwa alias ODGJ. 

"Jadi korban ini sehari-hari tinggal di panti asuhan itu, karena ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga, ayahnya ODGJ, karena tidak ada yang merawat dia tinggal di situ," kata Kuasa Hukum Korban Leo Angga Permana menuturkan. 

2. Pelaku Penganiayaan Tetangga Sekitar Panti 

Aksi perundungan yang viral terekam di video itu dilakukan di kawasan Perumahan Puri Palma, tak jauh dari tempat tinggal pelaku di Jalan Teluk Grajakan. Seluruh pelaku merupakan tetangga sekitar panti, yang juga, mengenal korban. 

Aksi perundungan dan penganiayaan oleh delapan orang kemudian direkam dengan ponsel salah seorang pelaku yang ada di lokasi kejadian. Terlihat di video yang beredar, korban mengalami tendangan, pukulan, jambakan, bahkan cacian oleh temen-temannya. 

"Dianiaya di sekitar perumahan Puri Palma sekitar pukul 3, habis ashar dianiaya sampai setelah Maghrib, dianiaya 8 orang remaja, yang menganiaya ini teman dia main tetangga panti, anak sekitar panti tersebut. Pertama memancing korban oleh pelaku pertama untuk disetubuhi, baru kemudian setelah persetubuhan dibawa dan dianiaya," kata kuasa hukum korban Leo. 

Editor : Ihya Ulumuddin

Bagikan Artikel: