Trauma, Bocah SD Korban Penganiayaan Kakak Kelas hingga Koma Minta Pindah Sekolah

Avirista Midaada · Kamis, 24 November 2022 - 13:51:00 WIB
Trauma, Bocah SD Korban Penganiayaan Kakak Kelas hingga Koma Minta Pindah Sekolah
Ayah korban penganiayaan kakak kelas di Malang, Edi Suhandi. (Foto: MPI/Avirista Midaada).

MALANG, iNews.id - Bocah korban penganiayaan kakak kelas di Malang masih trauma dan takut. Korban bahkan mengaku tidak ingin sekolah lagi di tempat sama bila sembuh nanti. 

Pengakuan itu disampaikan ayah korban MW, Edi Suhandi, Kamis (24/22/2022). Saking takutnya, sang anaknya, kata Edi, bahkan meminta polisi untuk ke sekolah guna menjemput terduga pelaku di SDN Jenggolo.

"Anaknya juga trauma ya mungkin yang jelas pindah sekolah. Nggak mau anakhya sekolah lagi di situ," ucap Edi Subandi ditemui di RSI Gondanglegi, Kabupaten Malang, Kamis (24/11/2022).

Awalnya memang sang anak tidak pernah menceritakan tindakan yang dialaminya. Sebab sang anak merasa malu jika harus mengadu ke orang tua terus menerus, namun berbeda dengan saat ini yang memaksanya untuk mengadu ke orang tua pada Sabtu 19 November 2022.

"Pengakuan dari dia selama itu nggak pernah bilang setelah sadar dari koma, hari Jumat jam setengah 11 malam dia sadar paginya dia sudah mentok (jalan buntu) sudah kalau orang Jawa bilang pegelnya udah mentok," tegasnya.

"Jadi pagi itu yang dia ingat diceritakan yang dia ingat diceritakan, siang sore sampai malam cerita itu itu terus. Kapan sih ma, enek pak polisi ayo besok ke sekolahan, jenenge aku nggak eruh, areke eruh mlebu kelas siji2. Tak duduhi arek - areke, (kapan bu, ada pak polisi ayo besok ke sekolah, namanya saya nggak tahu, anaknya tahu masuk kelas satu - satu, saya tunjukkan anak-anaknya)," jelasnya.

Hal itulah yang membuat Edi dan keluarganya menegaskan proses hukum tetap akan berjalan kendati keluarga terduga pelaku meminta untuk damai. Sebab apa yang dialami anaknya dianggap sudah fatal dan mengancam nyawa seseorang.

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: