Kisah Kehancuran Majapahit akibat Konflik Politik di Internal Kerajaan
Kekosongan ini berakhir saat Bhre Wengker naik tahta pada 1456 dan menjadi raja Majapahit kesembilan yang bergelar Girishawardhana Dyah Suryawikrama. Tetapi, di masa pemerintahan Suryawikrama Majapahit mengalami ujian bencana alam gempa bumi dan gunung meletus.
Selanjutnya, dikisahkan semasa pemerintahan Bhre Pandalanas atau Dyah Suprabhawa yang bergelar Sri Adi Suprabhawa Singhawikramawardhana Giripati Pasutabhupati Ketubhuta terjadi kemelut politik. Dia terpaksa melarikan diri dari kekuasaannya sebagai raja. Dia melarikan diri meninggalkan tahtanya sebagai raja sebagaimana dikisahkan pada Prasasti Jiyu, karena ketidakberdayaan menghadapi kudeta dsri Bhre Kertabhumi.
Situasi ini dimanfaatkan Bhre Kertabhumi untuk menduduki posisi singgasana kekuasaan raja Majapahit. Bhre Kertabhumi naik sebagai raja Majapahit terakhir yang berpusat di ibu kota Majakerta. Dia berhasil mengendalikan dan memimpin Majapahit sejak 1474 hingga 1478 Masehi.
Editor: Ihya Ulumuddin