Kisah Cinta Kerajaan Jenggala, Cerita Rakyat untuk Menyatukan 2 Kerajaan Saling Bermusuhan

Amelia Ayu Aldira ยท Rabu, 21 September 2022 - 20:20:00 WIB
Kisah Cinta Kerajaan Jenggala, Cerita Rakyat untuk Menyatukan 2 Kerajaan Saling Bermusuhan
Kisah cinta Kerajaan Jenggala merupakan cerita rakyat Indonesia yang berkembang sampai mancanegara. (Foto: Istimewa).

KEDIRI, iNews.id - Kisah cinta Kerajaan Jenggala merupakan cerita rakyat Indonesia yang berkembang sampai mancanegara. Kisah legenda jawa ini bernama cerita rakyat Ande-ande Lumut.

Berawal dari kisah antara Kerajaan Jenggala dan Kerajaan Kediri yang saling bermusuhan dan berperang. Hal itu membuat Raja Airlangga sebelum meninggal membuat pesan agar kedua kerajaan tersebut bisa disatukan kembali. 

Upaya Menyatukan 2 Kerajaan

Kedua kerajaan itu sepakat untuk menyatukan kembali dengan cara menikahkan pangeran dari Kerajaan Jenggala, yaitu Raden Panji Asmarabangun dengan putri cantik Dewi Sekartaji dari Kerajaan Kediri. 

Namun, keputusan itu ditentang oleh Ibu Tiri Putri Sekartaji karena dia menginginkan putri kandungnya yang menjadi Ratu Jenggala. 

Suatu hari, Raden Panji datang ke Kerajaan Kediri untuk menikah dengan Dewi Sekartaji. Namun, Putri Sekartaji sudah menghilang. Saat mengetahui hal tersebut Raden Panji kecewa. 

Sang ibu tiri pun membujuknya untuk tetap melangsungkan pernikahannya dengan putri kandungnya Intan Sari. Namun Raden Panji langsung menolak usulan tersebut.

Raden Panji Mencari Dewi Sekartaji

Raden Panji sangat kecewa, kemudian memutuskan untuk mencari putri dan ibunya. Ia mengganti namanya menjadi Ande-ande Lumut. Pada suatu hari, dia menolong seorang nenek yang sedang kesulitan bernama Mbok Randa. 

Kemudian, Mbok Randa mengangkatnya sebagai anak angkat dan tinggal bersama di rumah Mbok Randa. Ande-ande Lumut meminta kepada ibu angkatnya untuk mengumumkan dia sedang mencari calon istrinya. 

Kemudian, banyak gadis-gadis yang berdatangan untuk bertemu dan melamar Ande-ande Lumut. Tapi, tidak satu orang pun yang dia terima untuk menjadi istrinya. 

Editor : Kurnia Illahi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: