Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dan 4 Camatnya Jadi Tersangka Suap

Raka Dwi Novianto ยท Senin, 10 Mei 2021 - 18:56:00 WIB
Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dan 4 Camatnya Jadi Tersangka Suap
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (10/5/2021). KPK menyerahkan kasus korupsi jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk untuk dilanjutkan ke Bareskrim Polri. (Foto: MPI/Raka Dwi Novianto)

JAKARTA, iNews.id - Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat resmi ditetapkan tersangka kasus dugaan suap terkait pengisian jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk bersama enam orang lainnya. Empat camat turut menjadi tersangka.

Adapun keempat camat yang menjadi tersangka, yakni Camat Pace Dupriono (DR), Camat Tanjungnaom Plt Camat Sukomoro Edie Srijato (ES), Camat Berbek Haryanto (HY), dan Camat Loceret Bambang Subagio (BS).

Dua tersangka lainnya mantan camat Sukomoro Tri Basuki Widodo (TBW), dan Ajudan Bupati Ngajuk M Izza Muhtadin. 

Bareskrim Polri mengungkapkan modus dugaan suap terkait pengisian jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk Provinsi Jawa Timur oleh Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat (NRH). Salah satunya untuk promosi camat. Masing-masing camat diduga menyerahkan uang hingga Rp150 juta.

"Modus operandinya, para camat memberikan sejumlah uang kepada bupati Nganjuk melalui ajudan bupati terkait mutasi dan promosi jabatan mereka dan pengisian jabatan tingkat kecamatan di jajaran Kabupaten Nganjuk," kata Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri Brigjen Djoko Poerwanto dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (10/5/2021).

Selanjutnya, ajudan Bupati Nganjuk menyerahkan uang tersebut kepada bupati Nganjuk.

Djoko mengungkapkan tim gabungan KPK dan Polri mengamankan Bupati Nganjuk Novi dan para camat serta ajudan Novi pada Minggu (9/5/2021), sekitar pukul 19.00 WIB.

"Pada hari Minggu tanggal 09 Mei 2021 sekira pukul 19.00, tim gabungan Dit Tipidkor Bareskrim Polri dan KPK telah mengamankan Bupati Nganjuk, NRH dan beberapa camat di jajaran Kabupaten Nganjuk," katanya.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2