Angka Kesembuhan Covid-19 di Jatim 80,1 Persen, Khofifah: Ayo Jangan Lengah

Ihya Ulumuddin ยท Senin, 14 September 2020 - 12:15 WIB
Angka Kesembuhan Covid-19 di Jatim 80,1 Persen, Khofifah: Ayo Jangan Lengah
Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat disiplin bermasker sambil gowes. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id - Angka kesembuhan pasien Covid-19 di Jawa Timur (Jatim) menunjukkan tren positif. Hingga 14 September, total angka kesembuhan mencapai 30.540 atau setara 80,1 persen dari total kasus.

Berdasarkan data Tim Covid-19 Jatim, angka kesembuhan tersebut menempati posisi tertinggi di Pulau Jawa. Sedangkan laporan Alvara Analytic, di pekan ke-2 September (7-13 September) Jatim masuk dalam kategori risiko terendah nomor 1 di Indonesia.

“Angka ini bukan sekadar bilangan, tapi menjadi bukti hasil kerja keras semua pihak, tenaga medis, TNI-Polri, masyarakat dan pemerintah,” katanya, Senin (14/9/2020).

Meski begitu, Khofifah mewanti-wanti masyarakat untuk tidak lengah dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebab, wabah Covid-19 tidak dapat diprediksi kapan berakhir.

“Bahkan WHO (organisasi kesehatan dunia) pun tidak bisa memastikan kapan wabah ini berakhir. Jangan sampai kendor dan jangan Lengah. Jangan anggap enteng dan jangan ada yang menyepelekan,” ujar Ketua Umum PP Muslimat NU ini.

Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim akan terus berusaha menekan penyebaran dan mortalitas akibat Covid-19. Caranya dengan pengetatan protokol kesehatan sebagaimana regulasi dalam peraturan daerah dan instruksi presiden.

Menurut Khofifah, untuk perorangan yang melanggar protokol kesehatan akan diberikan sejumlah sanksi, mulai dari teguran lisan, penyitaan KTP, kerja sosial, serta denda administratif sebesar Rp250.000. Sanksi juga diberlakukan pada sektor pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum.

“Sanksi mulai diterapkan per hari ini, Senin 14 September 2020. Ayo disiplinkan diri dengan selalu pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Ini tugas kita bersama,” katanya.


Editor : Ihya Ulumuddin