Waduh, Limbah Medis Pascarapid Test Berserakan di Bawah Jembatan Suramadu Surabaya

Yudha Prawira ยท Senin, 14 September 2020 - 09:19 WIB
Waduh, Limbah Medis Pascarapid Test Berserakan di Bawah Jembatan Suramadu Surabaya
Limbah medis pascarapid test di bawah jembatan Suramadu, Surabaya. (Foto: iNews/Yudha Prawira)

SURABAYA, iNews.id – Puluhan limbah medis pascates cepat Covid-19 ditemukan berserakan di jalanan bawah Jembatan Suramadu, Jawa Timur (Jatim). Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera melakukan pembersihan untuk mencegah dampak negatif yang timbul.

Limbah medis ini terdiri atas pelindung wajah (face shield), sarung tangan karet, baju hazmat, bungkus alat kit rapid dan kotak tempat kit rapid. Selain ditemukan di sekitar saluran air, sampah medis ini juga tampak berserakan di taman.

Padahal di bawah jembatan Suramadu ini kerap dijadikan tempat wisata masyarakat menikmati indahnya Selat Madura. Kondisi ini disesalkan oleh masyarakat lantaran dinilai membahayakan.

“Sampah-sampah itu bahaya, bisa-bisa kita kena virus. Selain itu juga merusak lingkungan,” kata salah satu warga, Muhammad Yunus.

Sebelumnya, di sekitar lokasi diadakan tes cepat massal yang berlangsung sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari. Sayangnya, setelah tes cepat selesai, sampah medis yang ditimbulkan tidak langsung dibersihkan. Sampah-sampah medis ini dibiarkan berserakan hingga Minggu (13/9/2020) siang.

Usai mendapat laporan, Pemkot Surabaya segera melakukan pembersihan pada Minggu siang. Pemkot Surabaya pun langsung meminta maaf atas kejadian ini dan berjanji tidak akan mengulangi.

Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febri Adhitya Prajatara mengatakan akan mengevaluasi petugas medis dalam setiap kegiatan rapid test massal Covid-19. “Kami minta maaf atas kejadian ini. Mungkin petugas sudah kecapekan,” katanya, Minggu (13/9/2020).

Dia mengatakan, setelah limbah medis dibersihkan, penyemprotan juga dilakukan di sekitar lokasi.

Sebelumnya, rapid test massal yang digelar mendadak Pemkot Surabaya pada Sabtu (12/9/2020) malam di kaki Jembatan Suramadu kawasan Jalan Tambak Wedi. Dipilihnya lokasi tersebut, karena kawasan ini dijadikan berkumpulnya masyarakat untuk menikmati malam Minggu.

Ada sebanyak 659 orang menjalani rapid test massal. Hasilnya 23 orang yang dinyatakan reaktif.


Editor : Umaya Khusniah