Kekeringan Landa 11 Desa di Bojonegoro, 2.618 Keluarga Krisis Air Bersih

Dedi Mahdi ยท Senin, 14 September 2020 - 09:53 WIB
Kekeringan Landa 11 Desa di Bojonegoro, 2.618 Keluarga Krisis Air Bersih
Petugas BPBD Bojonegoro mendrop air bersih kepada warga yang mengalami kekeringan. (Foto: iNews.id/Dedi Mahdi)

BOJONEGORO, iNews.id – Sebanyak 11 desa di delapan kecamatan di wilayah Kabupaten Bojonegoro dilanda kekeringan. Akibatnya, 2.618 keluarga mengalami krisis air bersih. Kondisi ini terjadi sejak dua bulan terakhir.

Salah satu desa yang dilanda kekeringan yakni Desa Sumberharjo, Kecamatan Sumberejo. Untuk mencukupi kebutuhan air bersih, warga hanya mengandalkan kiriman pemerintah. Bila tidak mencukupi, warga juga terpaksa membeli atau mengambil ke desa tetangga.

“Sudah dua bulan ini sumur kering. Tidak ada air bersih. Biasanya ngambil air kiriman tangki, tetapi harus antre. Dapatnya juga terbatas. Kalau tidak ada ya ngambil di tetangga desa,” kata salah seorang warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Nadif Ulfia mengatakan, pihaknya sudah mengedrop air ke sejumlah desa yang mengalami kekeringan. Upaya ini dilakukan untuk membantu warga yang kesulitan air bersih.

“Mulai Senin lalu sudah kami kirim. Sebab, sudah ada yang melapor kekeringan. Saat ini sudah berjalan di lima desa. Mereka kami kirim secara bergantian,” katanya, Senin (14/9/2020).

Nafid mengatakan, bencana kekeringan hampir terjadi setiap tahun di wilayah Bojonegoro. Kali ini terjadi di 11 desa di delapan kecamatan. “Ada sekitar 2.611 keluarga yang terdampak. Ini yang kami atasi dengan mengedrop air,” katanya.

Menurut Nadif, kekeringan diperkirakan terus meluas, mengingat prediksi musim hujan akan berlangsung hingga akhir Oktober mendatang.


Editor : Ihya Ulumuddin