Wajib Tahu, Kenali Bentuk dan Ciri-Ciri Kekerasan yang Termasuk KDRT

Yan Yusuf, Tika Vidya Utami, Tim Litbang MPI · Selasa, 30 November 2021 - 20:27:00 WIB
Wajib Tahu, Kenali Bentuk dan Ciri-Ciri Kekerasan yang Termasuk KDRT
Ilustrasi suami aniaya istri (iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sering kali tidak sadar telah menjadi korban. Ketidaktahuan ini membuat korban terus-menerus mengalami kekerasan sementara pelaku pun semakin leluasa melakukan KDRT.

Masyarakat wajib tahu, terutama kaum perempuan yang kerap menjadi korban, bentuk-bentuk kekerasan yang termasuk KDRT agar bisa segera keluar dari belenggu tersebut. KDRT tidak sekadar kekerasan fisik, tapi juga psikis dan seksual.
 
Melansir komnasperempuan.go.id, KDRT adalah kekerasan berbasis gender yang terjadi di ranah pribadi. Kekerasan ini banyak terjadi dengan pelakunya merupakan orang yang dikenal baik serta dekat dengan korban. 

Di Indonesia, hal mengenai KDRT diatur dalam Undang-Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT). Menurut UU ini ada beberapa cakupan atau bentuk tindak KDRT, yaitu:

1. Kekerasan Fisik

Kekerasan fisik adalah perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit atau luka berat. Tindakan yang termasuk kekerasan fisik antara lain memukul, menampar, menendang hingga melukai menggunakan senjata tajam.


2. Kekerasan Psikis

Kekerasan psikis adalah perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya, dan/atau penderitaan psikis berat pada seseorang. Tindakan yang termasuk kekerasan psikis adalah ancaman, makian.


3. Kekerasan Seksual

Kekerasan seksual yang terjadi di lingkup rumah tangga adalah pemaksaan hubungan seksual terhadap salah seorang dengan orang lain untuk tujuan komersial dan/atau tujuan tertentu. Tindakan yang termasuk kekerasan seksual adalah pemaksaan hubungan seksual.

4. Penelantaran Rumah Tangga

Setiap orang dilarang menelantarkan orang dalam lingkup rumah tangga. Hal ini juga berlaku bagi setiap orang yang mengakibatkan ketergantungan ekonomi dengan cara membatasi dan/atau melarang untuk bekerja yang layak di dalam atau di luar rumah sehingga korban berada di bawah kendali orang tersebut. Tindakan yang termasuk penelantaran rumah tangga antara lain tidak memberi nafkah.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: