get app
inews
Aa Text
Read Next : Jadi Pembicara TALKVO 2025, Wali Kota Kediri Tekankan Pentingnya Advokasi

Tak Perlu Panik, Ini Cara Mencegah Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan Ternak

Kamis, 12 Mei 2022 - 13:21:00 WIB
Tak Perlu Panik, Ini Cara Mencegah Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan Ternak
penyekit mulut dan kuku pada hewan ternak (ilustrasi).

MALANG, iNews.id - Masyarakat diimbau tidak panik atas munculnya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Mereka tetap bisa mengonsumsi daging dan susu dan tidak perlu takut tertular. 

Dokter Hewan Universitas Brawijaya (UB) Dyah Ayu Oktavianie mengatakan, selain tidak menular pada panusia, virus penyebab PMK juga bisa mati dalam suhu tertentu. 

"Dari kajian ilmiah dan catatan yang ada, sejauh ini belum ada penemuan kasus penularan PMK dari hewan ternak ke manusia. Masyarakat tidak perlu khawatir karena PMK bukan penyakit zoonosis," katanya Kamis (12/5/2022).

Dyah menegaskan bahwa masyarakat tetap bisa mengkonsumsi daging dan susu sapi dengan pengolahan yang sempurna. Pengolahan ini penting demi mematikan virus yang terdapat di dagingnya sehingga bisa diminimalisir masuk ke tubuh manusia.

"Ini yang harus dipahami masyarakat bahwa tidak perlu takut mengkonsumsi daging dan susu, tapi harus diperhatikan pengolahan daging dan susu dengan benar sehingga virus menjadi in-aktif,"katanya.

Dalam upaya penanganan dan pencegahan meluasnya wabah PMK pada hewan ternak, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UB siap berkontribusi. Kerja sama dengan dinas terkait dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jatim II dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan ternak, serta edukasi kepada para kelompok ternak sapi maupun kambing dan Koperasi Unit Desa (KUD) di wilayah Malang Raya dan Kota Batu. 

"Kami siap membantu pemerintah dalam penanganan wabah PMK ini dengan menerjunkan tenaga medis veteriner yang ada di fakultas. Edukasi juga akan kami lakukan dalam bentuk Komunikasi Informasi dan Edukasi atau KIE yang bertujuan untuk memberikan informasi terkait penanganan hewan ternak yang terkena PMK," ujarnya. 

Dyah menambahkan, melalui upaya yang telah dilakukan diharapkan tidak ada kepanikan yang berujung pengambilan keputusan yang salah dari para peternak atau jagal hewan untuk menjual hewan yang terkena PMK dengan harga dibawah harga pasar. 

Editor: Ihya Ulumuddin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut