Hepatitis Akut Mengancam, Ini Upaya Dinkes Kota Malang 

Avirista Midaada · Kamis, 12 Mei 2022 - 10:55:00 WIB
Hepatitis Akut Mengancam, Ini Upaya Dinkes Kota Malang 
Pemkot Malang edukasi masyarakat antisipasi hepatitis akut. (ilustrasi).

MALANG, iNews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang bersiaga menghadapi kemungkinan masuknya hepatitis akut. Sejumlah langkah tengah dilakukan guna mengedukasi masyarakat tetang hepatitis, meski penyakit tersebut belum ditemukan di Kota Malang. 

"Sampai saat ini belum ada. Tapi masyarakat Kota Malang tetap harus waspada terkait keberadaan penyakit tersebut. Masyarakat tidak boleh terlalu takut, tidak terlalu gelisah ataupun tidak terlalu khawatir dengan penyakit tersebut," ucap Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, Kamis (12/5/2022).

Dirinya juga tengah intensif memberikan edukasi kepada seluruh fasilitas kesehatan (faskes), seperti rumah sakit, puskesmas, klinik, serta tak ketinggalan organisasi keprofesian. "Informasi yang kami berikan meneruskan surat edaran kementerian kesehatan," katanya.

Dengan langkah tersebut, tenaga di layanan kesehatan bisa mengenali tanda-tanda hepatitis akut. Itu artinya mereka nantinya bisa memberikan edukasi dan informasi ataupun tata laksana sesuai kemampuan faskes. Dengan informasi yang disampaikan maka pencegahan sedini mungkin bisa dilakukan.

"Kita tetap waspada tapi tidak terlalu takut, tidak terlalu gelisah ataupun tidak terlalu membuat kekhawatiran karena pencegahan itu bisa dilaksanakan sedini mungkin. Itu yang kami sampaikan kepada masyarakat lewat faskes kemudian media, baik di web dinkes, maupun web kominfo," katanya. 

Husnul mengungkapkan terdapat sejumlah tanda-tanda hepatitis akut yang perlu diwaspadai orang tua terhadap anak-anaknya. Tanda-tanda tersebut mudah dikenali sehingga orang tua bisa mengantisipasinya secepat mungkin.

"Satu adanya perubahan warna baik pada kulit, kekuningan, kemudian mata berwarna kuning. Kemudian air kencing berwarna teh maupun kotoran berwarna pucat. Yang kedua, adanya gangguan di pencernaan misalnya mual, muntah kemudian diare. Kemudian diikuti dengan demam," ujarnya. 

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: