Siswa SD dan SMP di Surabaya Wajib Ikut Latihan Rescue Mulai 2020

Ihya Ulumuddin ยท Jumat, 29 November 2019 - 02:16:00 WIB
Siswa SD dan SMP di Surabaya Wajib Ikut Latihan Rescue Mulai 2020
Ilustrasi Rescue. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id - Mulai Januari 2020, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan mewajibkan siswa SD dan SMP untuk mengikuti pelatihan rescue atau penyelamatan. Untuk mendukung program tersebut, saat ini Pemkot Surabaya tengah membangun fasilitas pelatihan, salah satunya kolam renang di kawasan Jambangan, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

"Latihan rescue bagi anak-anak merupakan kegiatan ekstra kulikuler, namun sifatnya wajib. Programnya akan langsung di bawah koordinasi Dinas Pendidikan," kata Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Kamis (28/11/2019).

Menurutnya, program pelatihan rescue bagi anak-anak selain bertujuan memberikan bekal penyelamatan juga sebagai antisipasi jika terjadi bencana. "Kita tidak minta ada musibah dimanapun, tapi kita ingin anak-anak memiliki pengalaman rescue (penyelamatan)," katanya.

Selain itu, nantinya jika ada anak-anak yang phobia kedalaman air, maka akan ditangani secara khusus. Sementara apabila ditemukan anak yang mempunyai bakat di cabang olah raga tersebut, juga akan dikembangkan.

Risma mengatakan pemkot akan memberikan pembekalan khusus kepada para pelatih rescue. Mulai dari cara memegang ban, naik perahu karet maupun sekoci.

Para pelatih tersebut berasal dari petugas Linmas, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (PMK). Bagi siswa perempuan, nantinya akan dilatih oleh pelatih perempuan, demikian juga sebaliknya.

Saat ini ada 10 petugas yang telah siap menjadi pelatih. Mereka terdiri dari enam orang dari jajaran Linmas dan empat orang dari PMK, yang semuanya laki-laki.

"Nanti jadwal sekolah-sekolahnya kita buat bergilir sekolah negeri dan swasta. Jadi, sekolah akan mengirim (siswa) bergantian," katanya.

Latihan rescue ini akan mulai jam 07.00 pagi sampai 17.00 sore dan dibagi dalam dua sesi. Sementara ini, kolam renang yang sedang dibangun diprioritaskan untuk melatih anak-anak.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga menerangkan, Pemkot Surabaya tidak hanya menyiapkan programnya tapi juga seragam dan peralatan. Selain itu, bagi siswa yang berlatar belakang keluarga tidak mampu, nantinya akan ditanggung.

"Anak-anak tidak perlu minta orang tuanya. Tapi kalau mampu, tidak apa-apa. Kalau tidak mampu, semuanya akan kita siapkan supaya tidak memberatkan orang tuanya," katanya.


Editor : Umaya Khusniah