Hari Guru Nasional, Eks Gedung Taman Siswa Diresmikan Jadi Museum Pendidikan

Ihya' Ulumuddin ยท Senin, 25 November 2019 - 16:11 WIB
Hari Guru Nasional, Eks Gedung Taman Siswa Diresmikan Jadi Museum Pendidikan
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan Museum Pendidikan di Jalan Genteng Kali, Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (25/11/2019). (Foto: ANTARA/HO)

SURABAYA, iNews.id – Gedung eks Taman Siswa di Jalan Genteng Kali, Kota Surabaya, Jawa Timur kini menjadi Museum Pendidikan. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan langsung gedung yang juga masuk dalam cagar budaya, bertepatan dalam Hari Guru Nasional, Senin (25/11/2019).

Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan melati di pintu masuk Museum Pendidikan. Pada kesempatan itu, Risma juga berkeliling menyaksikan 860 koleksi di museum baru tersebut, diikuti kepala sekolah dan guru SD dan SMP se-Kota Surabaya.

Risma mengatakan, gedung eks Taman Siswa itu sebenarnya sudah ditaksir sejak lama untuk dijadikan museum. Karena itu, dia bersyukur tempat ini bisa menjadi milik pemkot dan dikelola menjadi Museum Pendidikan.

BACA JUGA: Perjuangan Suliyono, Guru Honorer Difabel yang Mengajar Siswa Disabilitas di Jombang

“Ternyata Tuhan mengabulkan doa saya. Dengan dibantu Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), tanah bekas asing ini sekarang sudah bisa dikelola pemkot. Saya ingin anak-anak tahu betapa beratnya pendidikan pada masa itu,” ujarnya di Surabaya, Senin (25/11/2019).

Melalui museum ini, Risma mengaku ingin memberikan tonggak kepada anak-anak generasi milenial, jika pendidikan pada masa itu sangatlah berat. Itulah alasan hadirnya Museum Pendidikan tersebut.

“Tujuan utamanya memang untuk mengerti perjuangan para pendahulu dalam menuntut ilmu. Kalau mereka tahu perjuangan zaman dahulu, maka anak-anak kita akan berjuang menggapai cita-citanya tanpa kenal putus asa dan mengeluh,” katanya.

Risma menuturkan, ada 860 koleksi berupa buku dan alat peraga pendidikan yang dipajang dalam museum. Mulai dari pendidikan masa lampau sampai masa kini. Benda-benda bersejarah itu dikumpulkan dari berbagai daerah. Bahkan, Pemkot Surabaya melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) juga mencari ke berbagai kota di Indonesia.

“Hunting koleksi dari berbagai daerah. Beberapa dari koleksi itu ada yang kami dapatkan dari Yogyakarta,” tuturnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengungkapkan, proses pengerjaan museum ini kurang lebih sekitar 4-5 bulan. Sebab, pembenahan bangunan kuno ini perlu banyak diskusi dengan tim cagar budaya agar tidak merusak esensi dari bangunan aslinya.

“Perlu ada diskusi mendalam dengan cagar budaya agar bentuk bangunannya tidak berubah,” ujarnya.

Antiek memastikan, Museum Pendidikan akan dibuka setiap hari untuk umum dan tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis.

“Museum ini dibuka untuk umum, setiap hari dari pagi pukul 08.00-16.00 WIB. Masuknya gratis,” katanya.


Editor : Donald Karouw