Rekonstruksi Pembunuhan Gegara Game Online di Malang, Polisi: Aksi Sudah Terencana

Deni Irwansyah ยท Selasa, 29 September 2020 - 15:25 WIB
Rekonstruksi Pembunuhan Gegara Game Online di Malang, Polisi: Aksi Sudah Terencana
Tersangka M Imron memeragakan aksi memukul kepala korban dengan palu saat rekonstruksi.(Foto: iNews.id/Deni Irwansyah)

MALANG, iNews.id – Satreskrim Polresta Malang menemukan fakta baru kasus pembunuhan M Imron terhadap teman kerjanya, Redy Setyo. Karyawan bengkel AC itu melakukan pembunuhan terencana.

Fakta tersebut terungkap dari hasil rekonstruksi pembunuhan, Senin (29/9/2020). Dari 22 adegan yang diperagakan, pelaku terbukti menyiapkan palu besi untuk digunakan memukul korban. Palu tersebut diambil pelaku di dalam gudang perkakas, lalu dibawa ke lantai dua, tempat korban dibantai.

“Dari rekonstruksi ini diketahui pembunuhan dilakukan secara terencana. Bukan spontan, seperti pengakuan tersangka di awal pemeriksaan,” kata Kasubnit I Unit IV Satreskrim Polresta Malang Iptu Rudi Hidajanto, Selasa (29/9/2020).

Rudi mengatakan, pelaku menghabisi korban dengan cara memukulkan palu sebanyak empat kali, masing-masing di bagian kepala, dada dan bahu. Akibat pukulan ini, korban luka parah dan tewas di lokasi kejadian.

Diketahui, karyawan bengkel AC di Jalan S Parman Kota Malang, M Imron membunuh rekan kerjanya Redy Setyo saat bermain game online. Pelaku menghabisi korban dengan cara memukul kepala korban dengan menggunakan palu besi berukuran besar.

Dari hasil penyelidikan, pembunuhan tersebut dilatarbelakangi sakit hati. Penyebabnya, korban sering diejek gegara kalah saat bermain game online. Untuk melampiaskan kekesalan tersebut, korban mengambil palu dan membunuh korban.

Tindakan tersebut terbilang sadis. Sebab, selain teman sekamar, pelaku dan korban juga sama-sama berasal dari satu desa. Mereka merantau berdua dan bekerja di bengkel AC.

Akibat perbuatan ini, pelaku M Imron terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup. Tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana


Editor : Ihya Ulumuddin