Pasokan Pupuk Terbatas, Petani Jatim Diimbau Gunakan Pupuk Organik

Ihya Ulumuddin · Minggu, 29 November 2020 - 21:56:00 WIB
Pasokan Pupuk Terbatas, Petani Jatim Diimbau Gunakan Pupuk Organik
Anggota Komisi B DPRD Jatim saat acara Reses III di Desa Dermosari, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek (Foto: iNews.id/istimewa)

TRENGGALEK, iNews.id – Komisi B DPRD Jawa Timur (Jatim) berharap para petani mulai belajar membuat pupuk organik untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk di musim tanam saat ini. Sebab, tahun ini pasokan pupuk di Jatim tidak sesuai kebutuhan.

Anggota komisi B DPRD Jawa Timur Nur Sutjipto mengatakan, kebutuhan pupuk di Jatim mencapai 1,2 juta ton. Namun, suplai dari pemerintah hanya sebanyak 900.000 ton. Akibatnya, distribusi pupuk di kabupaten/kota tidak merata.

Sutjipto mengatakan, Komisi B DPRD Jatim telah mengajukan tambahan ke Kementerian Pertanian. Namun, hanya dapat tambahan 500 ton.

“Setiap kali reses, keluhan kelangkaan pupuk selalu muncul dari para petani. Ini bisa dimaklumi, sebab, distribusi pupuk memang tidak berata. Apalagi pasokan juga terbatas,” katanya, Minggu (29/11/2020).

Karena itu, dia meminta para petani mencoba menggunakan pupuk organik buatan sendiri. Bukan hanya bergantung pada pupuk kimia saja. Harapannya, ketika terjadi kelangkaan pupuk, mereka tetap bisa survive dengan pupuk organik.

“Membuat pupuk organi ini tidak sulit, petani bisa membuatnya sendiri. Sebab, bahannya hanya dari buah dan rempah-rempah. Ini (pupuk organik) sudah pernah dicoba di beberapa daearah di Ponorogo dan berhasil,” katanya.

Editor : Ihya Ulumuddin