Atas kematian anaknya ini, Arsadi mengaku mendapat santunan sebesar Rp15 juta, yang digunakan untuk keperluan pemakaman, dan selamatannya.
Rasa kecewa juga ditunjukkan Misye, kakak korban. Menurut Misye, adiknya hanya mengakui terlibat pencurian handphone. Sedang tuduhan mencuri sepeda motor tidak pernah dilakukan. “Dia mengaku cuman mencuri HP, bahkan HP-nya masih ada. Tapai kalau motor
enggak, dia bilang
enggak ikut mencuri,” katanya.
Sementara itu, Kasat Reskrim
Polres Banyuwangi, Jawa Timur, AKP Panji P ketika dikonfirmasi iNews menolak memberi penjelasan terkait kematian Tosari. Menurutnya, ada pejabat yang lebih berwenang untuk menjelaskan hal tersebut. Selain itu, pihaknya juga harus mendapat izin pejabat satu tingkat di atasnya untuk memberikan penjelasan.

Sebelumnya, Sutomo (63), warga Dusun Pekiwen, Desa Kaligung, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, meninggal dunia akhir Desember 2018 lalu. Sutomo meninggal setelah tiga bulan berada di sel tahanan Polres Banyuwangi. Almarhum diduga meninggal dunia akibat tekanan darah rendah.
Saat meninggal dunia di RSUD Blambangan, Sutomo masih berstatus sebagai tahanan polres karena berkasnya belum dinyatakan P21.
Editor: Himas Puspito Putra