get app
inews
Aa Text
Read Next : Dihantam Gelombang 4 Meter, Kapal Nelayan asal Banyuwangi Patah jadi 2 di Sumba Barat Daya

Luka Bekas Tembakan Infeksi, Tahanan Polres Banyuwangi Meninggal Dunia

Rabu, 30 Januari 2019 - 22:11:00 WIB
Luka Bekas Tembakan Infeksi, Tahanan Polres Banyuwangi Meninggal Dunia
Arsadi memegang foto anaknya, Tosari yang meninggal dunia saat menjadi tahanan Polres Banyuwangi. (Foto: iNews/Eko Suryono)

BANYUWANGI, iNews.id - Seorang tahanan Polres Banyuwangi, Jawa Timur, meninggal dunia setelah 10 hari meringkuk di sel tahanan mapolres setempat. Hasil visum Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan Banyuwangi, menyebut akibat sakit infeksi tetanus pada bagian luka tembak. Keluarga sempat terkejut atas kematian tersangka, namun mereka hanya bisa pasrah dan menolak autopsy terhadap jasad korban.

Tersangka atas nama Tosari (25), warga Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, ini ternyata bukan satu-satunya yang meninggal di tahanan. Sekitar sebulan sebelumnya, satu orang tahanan juga meninggal dunia di dalam sel.

Tosari yang masih lajang merupakan putra kedua dari pasangan Arsadi (50) dan Sumiyati (40). Almarhum meninggal dunia setelah ditahan selama 10 hari, akibat dugaan keterlibatannya dalam perkara 365 KUHP atau pencurian dengan kekerasan.


Kendati polisi menyebut tersangka ditangkap di rumahnya, pihak keluarga bersikukuh korban tidak ditangkap tetapi menyerahkan diri, Sabtu (5/1/2019) lalu.

Menurut ayah korban, Arsadi, Tosari menyerahkan diri ke Mapolsek Muncar dengan diantar teman dan Sumiyati, ibunya. Karena itu, Arsadi sangat menyayangkan bila anaknya dituduh berusaha melawan dan melarikan diri, bahkan ditembak kakinya.

“Dia sebelumnya dikasih tahu sama adiknya kalau sedang dicari sama polisi. Dia pun menyerahkan diri ke polisi diantar temannya dan ibunya,” ucap Arsadi saat ditemui di rumahnya, Rabu (30/1/2019)

Kendati demikian, Arsadi hanya bisa berpasrah diri menghadapi semua ini. Apalagi sebelum berurusan dengan polisi, Tosari tidak memiliki riwayat penyakit yang berbahaya.

Akibat luka tembakan di tiga titik kaki kanannya itu, Tosari harus dilarikan ke rumah sakit, Kamis (13/1/2019). Namun baru dua hari dirawat di RSUD Blambangan karena kejang akibat infeksi tetanusnya, Tosari harus berpulang untuk selama-lamanya.



Atas kematian anaknya ini, Arsadi mengaku mendapat santunan sebesar Rp15 juta, yang digunakan untuk keperluan pemakaman, dan selamatannya.

Rasa kecewa juga ditunjukkan Misye, kakak korban. Menurut Misye, adiknya hanya mengakui terlibat pencurian handphone. Sedang tuduhan mencuri sepeda motor tidak pernah dilakukan. “Dia mengaku cuman mencuri HP, bahkan HP-nya masih ada. Tapai kalau motor enggak, dia bilang enggak ikut mencuri,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, Jawa Timur, AKP Panji P ketika dikonfirmasi iNews menolak memberi penjelasan terkait kematian Tosari. Menurutnya, ada pejabat yang lebih berwenang untuk menjelaskan hal tersebut. Selain itu, pihaknya juga harus mendapat izin pejabat satu tingkat di atasnya untuk memberikan penjelasan.


Sebelumnya, Sutomo (63), warga Dusun Pekiwen, Desa Kaligung, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, meninggal dunia akhir Desember 2018 lalu. Sutomo meninggal setelah tiga bulan berada di sel tahanan Polres Banyuwangi. Almarhum diduga meninggal dunia akibat tekanan darah rendah.

Saat meninggal dunia di RSUD Blambangan, Sutomo masih berstatus sebagai tahanan polres karena berkasnya belum dinyatakan P21.

Editor: Himas Puspito Putra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut