Kritik Habib Rizieq, Ketua MUI Malang: Aduh, Kok Gak Mencerminkan Orang Berilmu

Avirista Midaada ยท Sabtu, 21 November 2020 - 15:32:00 WIB
Kritik Habib Rizieq, Ketua MUI Malang: Aduh, Kok Gak Mencerminkan Orang Berilmu
Ketua MUI Kabupaten Malang KH Misno Fadhol Hija (Foto: Okezone/Avirista Midaada)

MALANG, iNews.idHabib Rizieq Shihab mendapat sorotan dari banyak pihak sejak kepulangannya ke Indonesia, terutama para tokoh Islam. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang KH Misno Fadhol Hija pun ikut angkat suara terhadap pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu.

KH Fadhol Hija mengkritik Habib Rizieq yang sebelumnya mengucapkan kata-kata lonte saat ceramahnya pada acara Maulid Nabi karena tidak mencerminkan seorang mubaligh. Menurut dia, seorang mubaligh atau pendakwah seharusnya mengucapkan kata-kata yang menyejukkan sesuai dengan cerminan agama Islam yang membawa kedamaian bagi semua umat.

“Kalau yang berkaitan ucapan semestinya, seorang tokoh bahasanya, harus bahasa yang baik. Kalau ada kata lonte keluar dari seorang mubaligh, aduh kok gak mencerminkan orang yang punya ilmu dan jabatan tinggi,” ujar KH Fadhol Hija ditemui di acara FGD Optimalisasi Dana Haji dan Kemaslahatan di Malang, pada Sabtu siang (21/11/2020).

Dia menambahkan kata-kata lonte yang diucapkan Rizieq Shihab dianggapnya kata kasar yang tidak pantas diucapkan. Apalagi yang mengucapkan seorang pendakwah atau pemimpin suatu umat di hadapan para jamaahnya.

“Ini kan bahaya. Kata-kata lonte itu kan bahasa kasar, di dalam Islam perintah agama, kalau mengajak harus yang maudidhotul hasanah (dakwah dengan ucapan yang baik dan bermanfaat bagi orang lain),” tuturnya.

Menutut KH Fadhol, ketika seorang pendakwah ucapan dan ceramahnya hanya berisi dorongan-dorongan yang membawa perpecahan dan ketidaknyamanan ke seluruh orang, maka bisa jadi dipertanyakan keulamaan atau ketokohannya.

“Ya harusnya (ulama, mubaligh, atau pendakwah) dengan ucapan yang bagus, dengan etika moral yang bagus. Kalau hanya dorongan-dorongan untuk kepentingan lain, ini nggak membawa kedamaian, nggak membawa ke kenyamanan orang, bahkan bisa merusak persatuan dan kesatuan, ya nggak baik,” katanya.


Editor : Maria Christina