Korban Gilang Bungkus 'Fetish Kain Jarik' Sudah 25 Orang, Rata-Rata Junior di Unair

Nursyafei · Sabtu, 08 Agustus 2020 - 20:25 WIB
Korban Gilang Bungkus 'Fetish Kain Jarik' Sudah 25 Orang, Rata-Rata Junior di Unair
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Edison Isir menunjukkan barang bukti yang disita dari Gilang Bungkus ‘Fetish Kain Jarik’ di Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (8/8/2020). (Foto: iNews/Nursyafei)

SURABAYA, inews.idGilang Aprilian Nugraha Pratama yang dijuluki netizen Gilang BungkusFetish Kain Jarik’ saat ini masih diperiksa penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya. Hasil penyidikan sementara, korban fetish tersangka sudah 25 orang dan rata-rata adik kelas atau juniornya di kampus Universitas Airlangga (Unair).

Polrestabes Surabaya juga mengekspose Gilang yang telah ditetapkan tersangka di Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (8/8/2020). Diketahui, Gilang diduga menjadi predator seks dengan modus riset. Para korbannya selalu dibungkus dengan kain jarik.

“Dari keterangan tersangka sendiri, kurang lebih sudah ada 25 korbannya. Namun, tersangka tidak bisa mengingat satu per satu. Modusnya dikelabui sebagai bagian dari riset,” kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Edison Isir dalam keterangan pers.

Kapolrestabes mengatakan, sampai saat ini penyidik sudah memeriksa lima korban fetish tersangka. Sementara korban yang telah melapor ke Help Center Unair sudah sekitar 20 orang.

“Para korban adik kelas tersangka berpikir ini riset, ternyata bukan. Jadi mereka ditutupi dibungkus dengan kain jarik karena tersangka mengalami dorongan seksual yang menyimpang,” katanya.

Barang bukti kain jarik yang disita dari Gilang Bungkus ‘Fetish Kain Jarik’ diekspose di Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (8/8/2020). (Foto: iNews/Nursyafei)
Barang bukti kain jarik yang disita dari Gilang Bungkus ‘Fetish Kain Jarik’ diekspose di Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (8/8/2020). (Foto: iNews/Nursyafei)

Polisi masih terus mendalami kasus penyimpangan seksual yang dilakukan tersangka Gilang. Hasil interogasi polisi, aksi fetish dilakukan Gilang sejak tahun 2015 lalu. Tersangka mengaku merasa puas secara seksual jika melihat korban terbungkus dengan kain jarik. Dalam setiap aksinya, tersangka selalu merekam videonya.

“Motifnya dorongan seksual tersangka yang menyimpang. Kami akan dalami kasus ini dan kami akan periksa kondisi kejiwaan tersangka,” kata Kapolrestabes Surabaya.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan berbagai alat bukti mulai dari kain jarik, tali kain, dan capture percakapan tersangka dengan para korban di media sosial, serta video milik tersangka.

Untuk sementara, tersangka akan dijerat dengan Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 27 dan 29 dengan ancaman hukuman enam tahun penjara. Kemudian, KUHP Pasal 335 tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan.


Editor : Maria Christina