Viral, Anak di Probolinggo Usir dan Sebut Ayahnya Pencuri

Hana Purwadi ยท Sabtu, 08 Agustus 2020 - 18:16 WIB
Viral, Anak di Probolinggo Usir dan Sebut Ayahnya Pencuri
Tangkapan layar video viral pengusiran yang dilakukan seorang anak kepada ayahnya di sebuah ruko di Kota Probolinggo, Jatim. (Foto: iNew/Hana Purwadi)

PROBOLINGGO, iNews.id - Video seorang anak yang mengusir ayahnya di Kota Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), viral di media sosial, Sabtu (8/8/2020). Dalam video tersebut, sang anak terlihat tidak hanya berusaha mengusir, tetapi sambil berteriak maling sehingga sang ayah nyaris dihakimi warga.

Video yang diposting akun Instragram sukanti_ningsih sejak Kamis (6/8/2020) itu telah ditonton ratusan ribu netizen. Ribuan netizen juga memberikan komentar dan pada umumnya mengecam tindakan pengusiran sang anak terhadap ayahnya.

Pemilik akun memberikan keterangan, seorang anak perempuan tega mengusir ayahnya sendiri tersebut sambil berteriak maling. Dia juga menceritakan permasalahan pengusiran tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun, ayah yang diusir tersebut berinisial T (60), warga Kebonsari Kulon. Sementara anak perempuan yang mengusir berinisial V (35), tinggal di rumah toko (ruko) di Jalan WR Supratman, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

T mengatakan, video viral itu awalnya diposting oleh istrinya di akun Instagram dan akhirnya viral di Instagran dan Facebook. Video itu terpaksa diunggah karena mereka kecewa dengan sang anak yang tidak juga pindah dari ruko miliknya. Malah, sang anak mengusir dirinya.

"Yang memposting dan akun di IG itu milik istri saya. Kejadian tersebut sebenarnya sudah lama, sekitar bulan puasa dan diposting kemarin. Karena bulan puasa tidak etis ramai-ramai dan menunggu karena anak saya janji akan segera pindah," kata T, Sabtu (8/8/2020).

T mengatakan, persoalan pengusiran yang videonya viral di media sosial itu sebenarnya masalah keluaga. Hal ini berawal dari saat dirinya meminta anaknya yang sudah sekitar 17 tahun menempati ruko itu dan dia sarankan untuk segera pindah.

Namun, anaknya menolak untuk pindahd dari ruko itu. Dirinya sebagai orang tua juga selama ini sudah berusaha menahan diri. Belakangan, T menilai tindakan sang anak sudah keterlaluan dan bahkan mengusirnya.

"Sebenarnya itu anak angkat dan sudah tidak bisa dibantu lagi. Karena sudah sering dan kini sudah berkeluarga dan kami serahkan saja sudah, bagaimana jalan terbaik," ujarnya.


Editor : Maria Christina