get app
inews
Aa Text
Read Next : Eks Anggota DPRD Diduga Dianiaya Calon Besan, Kasusnya Disidangkan di PN Surabaya

Jalan Pertobatan Mantan Anggota DPRD Terjerat Korupsi: Dipenjara Ingat Kematian

Kamis, 07 April 2022 - 04:09:00 WIB
Jalan Pertobatan Mantan Anggota DPRD Terjerat Korupsi: Dipenjara Ingat Kematian
Asia Iriani, mantan anggota DPRD Malang yang terjerat korupsi menemukan jalan pertobatan saat menjalani penahanan di Lapas Wanita Kelas IIA Malang. (Foto: Avirista Midaada / MPI)

MALANG, iNews.id - Bulan Ramadan menjadi kesempatan setiap manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah dan bertobat. Tak terkecuali yang dialami mantan anggota DPRD Malang Asia Iriani yang kini menjadi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Kelas II A Malang.

Menurutnya, momen Ramadan menjadi salah satu yang ditunggu banyak orang, termasuk dirinya. Selama Ramadan inilah, dia punya kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Selama menjalani tahanan di sini banyak manfaat yang saya rasakan. Mungkin di luar karena kita terlalu sibuk dengan urusan kantor dan kemasyarakatan sehingga banyak kegiatan keagamaan yang lalai saya lakukan, apalagi saat Ramadan," ujar Asia Iriani saat ditemui di Lapas Perempuan saat kegiatan tadarus Alquran, Rabu (6/4/2022). 

Perempuan yang juga mantan anggota DPRD Kota Malang ini mengisahkan, bagaimana dia terjerat kasus suap yang juga menyeret 40 rekannya sesama anggota DPRD periode 2014-2019 lalu. Kini dia memulai hidup baru di Lapas Perempuan Kelas II A Malang dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Maka itu mungkin Allah masih menyayangi kami sehingga kami ditegur dengan cara mungkin kasusnya Tipikor (Tindak Pidana Korupsi), tapi sebenarnya Allah mau mengingatkan kami sudah saatnya kembali ke jalan Allah dan selama kami mengikuti tadarus di Lapas ini," katanya. 

Menurutnya, selama jadi warga binaan satu hal yang membuat dia merasa kehilangan dan tak ada apa-apa layaknya telah meninggal dunia, yakni ketidakhadiran keluarga di sisinya. Kondisi di dalam Lapas yang terbatas berinteraksi dengan orang di luar, termasuk keluarga menjadi sebuah hal yang ingin dicapainya ketika suatu saat nanti bebas. Apalagi Ramadan ini merupakan tahun ketiganya dia berada di dalam Lapas dan berpisah dengan keluarga. 

"Seperti ibaratnya saya ini orang yang sudah mati. Kalau sudah mati berarti yang kita harapkan doa dari keluarga. Jadi sebenarnya penjara ini mengingatkan kita kepada hari kematian dan juga hari-hari akhir kita," kata mantan anggota Komisi B DPRD Kota Malang tersebut. 

"Itu pelajaran yang saya petik hikmahnya dari dalam penjara ini. Memang dunia ini hanya sementara, yang kekal nanti di akhirat, kalau tidak ada jengukan rasanya kok nggak ada jengukan. Pikiran saya anak saya kenapa, suami saya kemana, tapi kalau ada jengukan misalnya, Alhamdulillah ada makanan kita makan bareng-bareng satu kamar, kita berbagi bersama makan bersama," tuturnya.

Kini di dalam Lapas perempuan selama Ramadan ini, dia kian memperdalam ilmu agama. Setiap harinya tak kurang 4 jam dia habiskan untuk tadarus Alquran dan membaca artinya. Selain itu kegiatan seperti buka bersama dengan warga binaan lain, tadarus Alquran hingga ceramah keagamaan dijalaninya. 

"Selama kami mengikuti tadarus di lapas ini insyaallah kadang-kadang satu bulan itu kita bisa khatam (Alquran) 20an sampai 30 kali. Alhamdulillah aktivitas yang dilakukan dalam Lapas ini selain bertadarus malam juga kita ada salat Tarawih bersama, berbuka juga ada takjil berbuka bersama," ujarnya.

Editor: Donald Karouw

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut