Imbau Umat Islam Shalat Idul Adha, Kiai Marzuki: Khotbahnya Jangan Lama-Lama

Ihya Ulumuddin ยท Rabu, 29 Juli 2020 - 19:45 WIB
Imbau Umat Islam Shalat Idul Adha, Kiai Marzuki: Khotbahnya Jangan Lama-Lama
Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar

SURABAYA, iNews.id – Ketua PWNU Jawa Timur (Jatim) KH Marzuki Mustamar mengimbau masyarakat tetap menjalankan shalat Idul Adha sesuai protokol kesehatan Covid-19. Ibadah tersebut meliputi salat Id dan penyembelihan hewan kurban di masjid-masjid.

Agar umat Islam tidak berkumpul terlalu lama saat salat Idul Adha, Marzuki juga mengimbau agar bacaan salat dan khotbah dilakukan dengan singkat. “Khotbahnya gak usah lama-lama, maksimal 10 menit. Salatnya juga pakai surat pendek saja, sehingga kira-kira salat dan khotbahnya 15 menit,” ujarnya, Rabu (29/7/2020).

Marzuki mengatakan, sepanjang protokol kesehatan dilasakanakan dengan baik, maka akan aman-aman saja.

“Menyembelih hewan kurban di masjid-masjid juga tidak ada masalah. Sebab, kalau kambing hanya dua orang. Kalau untuk sapi, paling lima orang. Jadi gak sampek ada kerumunan. Terpenting tetap pakai masker,” katanya.

Meski begitu, Marzuki berharap, pembagian daging kurban tidak dilakukan dengan cara mengundang orang, tetapi membaginya langsung ke masyarakat. “Jadi langsung saja dibagikan ke rumah-rumah, tidak usah mengundang antrean,” katanya.

Khusus untuk penerima daging kurban yang tidak punya temat tinggal (tuna wisma), boleh diundang ke masjid atau tempat pembagian. Syaratnya, mereka terdata jelas dan dijaga aparat. “Selain panitia, aparat TNI dan Polri juga bisa membantu,” ujarnya.

Untuk salat Idul Adha, menurut Marzuki juga kondisional. Artinya, bila di lokasi masjid banyak terdapat penderita Covid-19, maka umat Islam cukup salat di rumah. Sebaliknya, bila yang terpapar berada di jarak yang cukup jauh dan relatif kecil, maka diperkanankan untuk salat idul adha.

“Misalnya ada daerah terhitung zona merah. Tetapi, sebetulnya hanya satu atau dua titik yang kena. Sedangkan kawasan lainnya aman, ya monggo. Prinsipnya sembrono juga salah, melarang salat di daerah yang aman juga salah,” katanya.


Editor : Ihya Ulumuddin