Lagi, Perawat Senior Puskesmas di Gresik Meninggal akibat Covid-19

Yudha Prawira ยท Rabu, 29 Juli 2020 - 09:07 WIB
Lagi, Perawat Senior Puskesmas di Gresik Meninggal akibat Covid-19
Jenazah perawat senior puskesmas di Gresik diberangkatkan menuju permakaman. (Foto: iNews/Yudha Prawira)

SURABAYA, iNews.id – Seorang perawat senior puskesmas di Gresik, Jawa Timur (Jatim) meninggal dunia akibat Covid-19. Dengan meninggalnya almarhum, kini jumlah perawat di Jatim yang meninggal akibat Covid-19 berjumlah 17 orang.

Didiek Hari Susanto merupakan perawat di Puskesmas Manyar Gresik yang meninggal pada Selasa (28/7/2020) siang. Sebelumnya, dia sempat dirawat di RSU Ibnu Sina Gresik selama 10 hari.

Para rekan seprofesi mengiringi keberangkatan mobil ambulans yang membawa jenazah pasien tersebut keluar dari RS Ibnu Sina, Selasa siang. Jenazah dimakamkan di Manyar Gresik.

Ketua DPW PPNI Jatim, Profesor Nursalam mengatakan, sebelumnya ada tiga perawat yang meninggal akibat Covid-19 dalam tiga hari berturut-turut. Mereka yakni perawat di RS Anna Medika Bangkalan Madura, RS Siti Hajar Sidoarjo dan RS Unair Surabaya.

Sementara dalam satu bulan terakhir, total ada enam perawat yang meninggal akibat Covid-19. Dari total perawat yang meninggal di Jatim, empat di antaranya bertugas di puskesmas.

Para perawat yang meninggal ini berasal dari Tuban, Kota Malang, Sampang, Bojonegoro, Kota Probolinggo, Bangkalan dan Gresik masing-masing satu orang. Sedangkan di Sidoarjo ada dua dan Surabaya delapan perawat. Jumlah jumlah total perawat yang positif Covid-19 ada 619 orang.

“Jenazah ini merupakan perawat senior di puskesmas. Dia ada penyakit darah tinggi tapi tidak terlalu. Informasi bahwa pasien ini positif Covid-19 baru keluar pada Senin lalu,” katanya, Selasa (28/7/2020)

Menurutnya, selain karena kekurangwaspadaan atau kehati-hatian dalam melindungi diri saat memberikan pelayanan, terpaparnya para tenaga kesehatan juga disebabkan kurangnya perhatian dari pemerintah.

“Di saat kondisi seperti ini, saya imbau kepada rekan-rekan harus tetap waspada,” katanya.


Editor : Umaya Khusniah