65 Warga yang Dikarantina di Natuna Segera Pulang, Khofifah: Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Ihya' Ulumuddin ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 14:29 WIB
65 Warga yang Dikarantina di Natuna Segera Pulang, Khofifah: Masyarakat Tak Perlu Khawatir
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Jumat (14/2/2020). (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyambut positif rencana pemulangan 65 warganya. Sesuai rencana, mereka dipulangkan pada Sabtu (15/2/2020) besok setelah menjalani masa karantina 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).

Khofifah mengaku terus mengawal proses pemulangan mereka. Dia akan memastikan 65 warga tersebut kembali sehat dan berkumpul dengan keluarganya. “Kepulangan mereka sudah ditunggu-tunggu keluarga. Karena itu proses ini akan terus kami kawal,” kata Khofifah, Jumat (14/2/2020).

Selama ini, Pemprov Jatim terus berkoordinasi secara kontinu dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh warga Jatim tersebut tertangani dengan baik. Dari sejak mereka berada di Wuhan, China, proses pemulangan ke Indonesia, hingga ke tempat karantina di Natuna.

Masyarakat Jatim tidak perlu hawatir berlebihan dalam merespons kepulangan WNI asal Wuhan tersebut. Kemenkes telah memastikan mereka semua sehat dan diperbolehkan kembali ke daerah masing-masing.

“Kemenkes sudah melakukan observasi selama 14 hari dan tidak ada satupun dari mereka yang menunjukkan gejala terinfeksi virus korona. Mereka mengantongi surat keterangan sehat dari Kemenkes, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya.

Meski demikian, Khofifah tetap mengingatkan agar seluruh masyarakat tetap waspada terhadap ancaman penularan virus korona tersebut. Salah satunya dengan terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menganggap sepele jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala layaknya mereka yang terinfeksi virus korona. Jika ada anggota keluarga yang panas tinggi, batuk, serta sesak napas, segera periksakan ke rumah sakit terdekat dan laporkan ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota setempat.

Khofifah menambahkan, Pemprov Jatim telah melakukan serangkaian aksi pencegahan masuknya virus korona di sejumlah pintu masuk ke provinsi ini. Salah satunya memasang body thermal scanner di setiap pintu masuk kedatangan luar negeri.

Kemudian, menyiapkan tim kesehatan yang akan memeriksa kondisi fisik dari orang yang terdeteksi demam. Bagi orang yang terdeteksi demam dan batuk atau sesak akan diawasi di ruang isolasi rumah sakit. Sementara bagi orang yang tidak terdeteksi demam juga telah diberi HAC (Health Allert Cards) atau kartu kewaspadaan kesehatan.

“Pemprov Jatim menyiapkan tiga rumah sakit untuk memberikan layanan terkait ini, yaitu RS dr Soetomo Surabaya, RS dr Syaiful Anwar Malang dan RS dr Soedono Madiun,” katanya.

Diketahui, dari 238 WNI yang dibawa pulang dari Wuhan Tiongkok, sebanyak 65 diantaranya berasal dari Jatim. Adapun rinciannya, dari Sidoarjo 3 orang, Surabaya 34 orang, Tuban 1 orang, dan Banyuwangi 1 orang.

Kemudian, Bojonegoro 1 orang, Bondowoso 1 orang, Gresik 1 orang, Jember 1 orang, Kediri 4 orang, Lamongan 2 orang, Lumajang 4 orang, Malang 7 orang, Pamekasan 1 orang, Ponorogo 1 orang, dan Probolinggo 3 orang.


Editor : Maria Christina