2 Anggota Polisi di Jatim Meninggal saat Pengamanan Pemilu 2019 

Ihya Ulumuddin · Kamis, 18 April 2019 - 21:23 WIB
2 Anggota Polisi di Jatim Meninggal saat Pengamanan Pemilu 2019 
Anggota Polsek Krian, Sidoarjo, Aiptu M Supri meninggal dunia saat bertugas mengamankan TPS Pemilu 2019. Almarhum sempat dirujuk ke rumah sakit. (Foto: iNews.id/Pramono Putra)

SURABAYA, iNews.id – Dua anggota polisi meninggal dunia saat bertugas menjaga pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) 2019 di Jawa Timur. Kedua anggota polisi itu yakni, Brigadir Prima Leinon Nurman Zasono, anggota Polres Bondowoso dan Aiptu M Supri anggota Polsek Krian, Sidoarjo.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan, dua anggota polisi ini meninggal dunia dengan sebab berbeda.

Brigadir Prima meninggal akibat kecelakaan, sedangkan Aiptu M Supri meninggal karena dugaan serangan jantung saat bertugas di TPS. “Kejadiannya sama, pada hari Rabu, saat pelaksaan pemilu. Keduanya gugur saat bertugas,” katanya, Rabu (18/4/2019).

Brigadir Prima diketahui meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan dengan mobil saat perjalanan menuju TPS. Saat itu, sekitar pukul 14.00 WIB Brigadir Prima selesai mengikuti apel pergeseran pasukan (Serpas).

Dia mengendarai sepeda motor Honda Vario matik nopol P 6978 FF. Setelah sampai di jalan depan Koramil Wonosari, korban mengalami kecelakaan dengan mobil Isuzu Panther nopol P 1126 DE dari arah berlawanan. Akibat luka cukup parah, nyawa Brigadir Prima tak tertolong.

Sedangkan anggota Polsek Krian, Kabupaten Sidoarjo, Aiptu M Supri meninggal dunia saat hendak melaksanakan salat asar seusai menjaga TPS. “Beliau berjaga di TPS 21-25 di Desa Bareng Krajan, Kecamatan Krian. Karena masuk waktu asar, dia izin salat. Tetapi baru sampai di perjalanan beliau pingsan,” katanya.

Waktu itu, lanjut Barung, Supri langsung dilarikan ke Puskesmas Krian. Namun, nyawanya tidak tertolong. “Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya pada dua personel dari Polda Jatim, yang gugur dalam menjalankan tugas pengamanan Pemilu 2019,” katanya

Barung menambahkan, anggota polisi yang bertugas menjaga TPS tidak 24 jam, melainkan bergiliran. Tentu ini bertujuan untuk menjaga stamina mereka agar tetap fit dalam melakukan pengamanan.

Setiap TPS, kata Barung, pengamanannya berbeda-beda. Tergantung dari tingkat kerawanan di wilayah tersebut. Jika TPS itu rawan, makan pengamanannya bisa lebih dari satu orang polisi. “Kita akan terus melakukan pengamanan logistik Pemilu 2019, sampai proses perhitungannya selesai di KPU,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki