Fadli, bocah 6 tahun warga Desa Parengan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto meninggal dunia karena DBD. (Foto: iNews.id/Sholahudin).
Sholahudin

MOJOKERTO, iNews.id - Wabah Demam Berdarah (DBD) melanda satu desa di wilayah Mojokerto. Seorang bocah bahkan meninggal dunia akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut. Sementara beberapa bocah lainnya menjalani perawatan di rumah sakit. 

Bocah yang meninggal dunia akibat DBD yakni Fadli Pratama Nasrullah (6). Putra pasangan Iswanto dan Susanti warga Desa Parengan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto itu meninggal setelah beberapa jam menjalani perawatan di rumah sakit. 

Ketua RW Nasrul mengatakan, sebelum meninggal, korban mengalami demam tinggi selama dua hari. Oleh orang tuanya, korban diperiksakan ke bidang desa. Namun, tidak ada perubahan, bahkan kondisinya semakin memburuk, sehingga dirujuk ke rumah sakit. 

"Tapi baru dua jam dirawat nyawanya tidak tertolong," katanya, Jumat (7/1/2022). 

Menurut Nasrul, Fadli bukan satu-satunya bocah yang terserang DBD di Desa Parengan. Sebab, masih ada beberapa anak yang juga mengalami kondisi serupa. Karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. 

"Kami tidak ingin DBD ini terus mewabah dan menimbulkan banyak korban. Karena itu, berbagai upaya pencegahan kami lakukan, termasuk fogging," katanya. 

Pantauan iNews.id, petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto melakukan pengasapan di seluruh gang di Desa Parengan. Upaya ini dilakukan agar tidak ada lagi yang menjadi korban akibat serangan nyamuk aedes aegypti tersebut. 

Sementara itu suasana duka masih menyelimuti rumah pasangan Iswanto dan Susanti di Desa Parengan, Kecamatan Jetis. Bahkan, sejumlah tetangga masih berdatangan untuk mengucapkan duka ke rumah korban. 

"Anak saya meninggal karena DBD. Sudah diambil sampel darah, hasilnya positif DB," kata ayah korban, Iswanto. 


Editor : Ihya Ulumuddin

BERITA TERKAIT