Video Penjemputan Paksa Jenazah Bergejala Covid-19 Viral, Begini Kronologinya

Avirista Midaada · Sabtu, 06 Maret 2021 - 17:14:00 WIB
Video Penjemputan Paksa Jenazah Bergejala Covid-19 Viral, Begini Kronologinya
Tangkapan layar pengambilan paksa jenazah pasien bergejala Covid-19 yang beredar di media sosial. (Istimewa)

PROBOLINGGO, iNews.id – Warga dihebohkan dengan video pengambilan paksa jenazah bergejala Covid-19 di Kabupaten Probolinggo yang viral di media sosial. Aksi warga menjemput paksa jenazah dari Rumah Sakit (RS) PG Wonolangan juga diwarnai aksi kekerasan verbal ke tenaga kesehatan (nakes) dan melukai seorang polisi.

Dalam video viral berdurasi 1 menit 21 detik, tampak  keluarga pasien dan warga mengambil paksa jenazah dan menaikkan ke dalam truk. Truk tersebut diparkirkan di tepi jalan di depan RS PG Wonolangan, Probolinggo pada Jumat 5 Maret 2021 kemarin.

Direktur RS PG Wonolangan dr Mariani Indahri membenarkan ada pengambilan paksa jenazah pasien terindikasi Covid-19 di rumah sakitnya. Pasien dengan gejala Covid-19 merupakan perempuan berinisial L (61). 

Pasien masuk RS PG Wonolangan, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo pada Kamis (4/3/2021) sekitar pukul 16.00 WIB. Kemudian pada Jumat pagi 5 Maret 2021 sekitar pukul 10.00 WIB, pasien tersebut meninggal dunia.

Meski hasil tes swab belum keluar, pihak rumah sakit memutuskan pasien tersebut akan dimakamkan dengan protokol kesehatan Covid-19. Rumah sakit beralasan ada indikasi pasien mengidap Covid-19.

Namun sekitar satu jam usai pasien diumumkan meninggal, puluhan orang datang ke rumah sakit untuk mengambil paksa jenazah pasien gejala Covid-19 tersebut. Mereka warga Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

“Kalau penganiayaan pemukulan tidak ada. Hanya penganiayaan verbal saja, saat warga ambil paksa jenazah dan masuk sambil marah-marah. Ya, ada dugaan gejala seperti terpapar Covid-19 dan menunggu hasil swab turun,” ungkap Mariani, dikonfirmasi pada Sabtu siang (6/3/2021).

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2