Tanah Bergerak, Menara Listrik SUTT di Pacitan Roboh

Ahmad Subekhi ยท Sabtu, 19 Oktober 2019 - 09:58 WIB
Tanah Bergerak, Menara Listrik SUTT di Pacitan Roboh
Menara SUTT yang roboh di Dusun Krajan, Desa Tulakan, Pacitan, Jawa Timur. (Foto: iNews/Ahmad Subekhi)

PACITAN, iNews.id – Menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) milik PLN yang berdiri di Dusun Krajan, Desa Tulakan, Kecamatan Tulakan, Pacitan, Jawa Timur, roboh pada Jumat (18/10/2019). Tumbangnya menara ini menyebabkan dua menara lainnya ikut rusak.

Pantauan iNews di lokasi, kondisi menara yang roboh tampak melintang di tengah lahan kosong yang dekat dengan rumah warga. Saat kejadian, warga setempat mengaku sangat ketakutan dan hingga kini masih diliputi rasa trauma.

“Waktu roboh itu suaranya kencang banget. Saya lagi tidur sampai terbangun dan sudah tak bisa berlari untuk menyelamatkan diri. Saat itu saya lihat istri dan anak yang juga terkejut dan hanya diam,” ujar Sumadi, warga setempat, Sabtu (19/10/2019).

Keluarga mereka selamat karena robohnya menara tersebut bukan mengarah ke rumah mereka. Namun hal ini juga menimbulkan kekhawatiran jika hal yang tak diinginkan kembali terjadi.

“Masih takut sampai sekarang,” katanya.

Sementara di lokasi, tampak sejumlah petugas PLN dalam proses perbaikan. Menara SUTT yang roboh ini merupakan jaringan dari PLTU Sudimoro Pacitan.

Senior Manager Pemeliharaan Unit Induk Jawa Bali Tejo Wihardiono mengatakan, belum dapat memastikan penyebab robohnya menara SUTT. Hanya saja, pada menara 56 yang jaraknya sekitar 800 meter dari lokasi, ditemukan ada fenomena tanah bergerak. Bukan hanya pada tapak pondasi menara, namun juga di tanah sekitarnya.

“Kami indikasikan dan analisis yang terjadi di sini sama dengan dengan di lokasi menara 56 akibat tanah bergerak. Namun kami masih akan lakukan studi dengan teman-teman konsultan maupun akademisi untuk mengetahui penyebab pastinya,” kata Tejo.

Kendati roboh, namun dia pastikan hal ini tidak menimbulkan gangguan kelistrikan bagi konsumen.

“Tidak ada yang padam karena listrik kita sekarang sudah interkoneksi Jawa-Bali. Jadi jika di sini ada kekurangan, maka akan dipasok dari daerah lain,” katanya.

Akibat robohnya menara SUTT ini, sedikitnya aliran listrik 600 mega watt (MW) dari PLTU Sudimoro Pacitan terputus. Untuk perbaikan, PLN berencana memasang tower emergency yang diperkirakan membutuhkan waktu 5-10 hari.


Editor : Donald Karouw