Misteri Tanah Berasap di Jombang Terungkap, Ternyata Ini Faktanya

Ihya Ulumuddin, Mukhtar Bagus ยท Selasa, 15 Oktober 2019 - 12:19:00 WIB
Misteri Tanah Berasap di Jombang Terungkap, Ternyata Ini Faktanya
Petugas PLN Kabupaten Jombang memeriksa aliran listrik yang menjadi penyebab tanah berasap di Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jatim, Selasa (15/10/2019). (Foto: iNews/Mukhtar Bagus)

JOMBANG, iNews.idMisteri tanah berasap di Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang terkuak. Peristiwa ini terjadi akibat aliran listrik dari kabel terkelupas, bukan karena hal mistis atau fenomena alam sebagaimana yang dihebohkan warga.

Fakta ini terungkap setelah petugas dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) melakukan pengecekan di sekitar lokasi. Mereka mendapati ada kabel Penerangan Jalan Umum (PJU) terkelupas di atas tiang. Kabel inilah yang membawa aliran listik ke tanah, melalui tiang PJU yang tertancap.

“Setelah kami cek, ternyata ada tegangan listrik yang masuk ke ground sehingga tanah mengeluarkan asap. Jadi, ini bukan karena fenomena alam,” kata petugas PLN Kabupaten Jombang, Suyanto, Selasa (15/10/2019).

Suyanto mengatakan, kabel PJU yang terkelupas tersebut milik warga yang dipasang secara ilegal. Warga secara diam-diam mengambil daya listrik untuk PJU dengan cara menyambungkan kabel ke tiang listrik tegangan tinggi. Namun, kabel tersebut rusak dan terkelupas.

Siang tadi, kebel PJU yang terkelupas tersebut telah diperbaiki, sehingga tanah tak lagi mengeluarkan asap. “Sekarang sudah aman. Sudah kami perbaiki. Tidak ada lagi tegangan listrik yang masuk ke tanah,” katanya.

Diketahui, Senin (14/10/2019) kemarin, warga Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek, digegerkan dengan fenomena tanah mengeluarkan asap. Tak hanya keluar asap, suhu tanah tersebut juga sangat panas.

Untuk mengukur suhu panas tersebut, warga bahkan menimbun telur ayam di dalam tanah. Hasilnya, telur ayam tersebut matang, persis seperti direbus. Fenomena ini pun viral dan mengundang berbagai spekulasi bahwa ada hal mistis di tanah tersebut.


Editor : Maria Christina