get app
inews
Aa Text
Read Next : Menkeu Akan Bentuk Kawasan Industri Hasil Tembakau di Daerah  Pusat Produksi Rokok Ilegal

Pengusaha Tembakau Madura Tagih Janji Menkeu Purbaya soal Penambahan Layer CHT

Senin, 09 Februari 2026 - 21:38:00 WIB
Pengusaha Tembakau Madura Tagih Janji Menkeu Purbaya soal Penambahan Layer CHT
Pengusaha tembakau menagih janji Menkeu Purbaya terkait penambahan layer cukai hasil tembakau (CHT). (Foto: Ant)

PAMEKASAN, iNews.idPengusaha tembakau asal Madura, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy menagih komitmen Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait penambahan layer tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT). 

Kebijakan tersebut dinilai sebagai kunci untuk melegalkan pengusaha rokok skala kecil dan menengah yang selama ini terjebak dalam status ilegal. 

"Kami menagih janji Pak Purbaya. Waktu itu jelas disampaikan, satu minggu akan ada kebijakan penambahan layer tarif cukai. Sekarang hampir satu bulan belum ada kejelasan. Ini soal keberpihakan negara pada industri rakyat," kata pria akrab disapa Gus Lilur dalam keterangan resminya, Senin (9/2/2026).

Gus Lilur mengungkapkan, janji tersebut disampaikan Menkeu secara terbuka pada 15 Januari 2025 lalu, dengan komitmen akan ditindaklanjuti dalam waktu satu minggu. 

Menurutnya, penambahan layer tarif adalah solusi paling realistis untuk memberantas rokok ilegal. Selama ini, struktur tarif yang kaku membuat pengusaha kecil tidak mampu masuk ke sistem legal.

"Masalah rokok ilegal itu bukan semata kriminalitas, tapi akibat desain kebijakan yang tidak memberi ruang. Kalau layer ditambah, pengusaha kecil bisa naik kelas, masuk sistem, bayar cukai, dan negara justru diuntungkan," katanya. 

Gus Lilur juga menyoroti ironi Madura sebagai salah satu produsen tembakau terbesar nasional, namun empat kabupatennya (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep) secara konsisten berada dalam daftar daerah termiskin di Jawa Timur. 

Dia menilai pembangunan infrastruktur seperti Jembatan Suramadu gagal memicu industrialisasi lokal karena hanya mempercepat arus keluar orang dan barang, bukan menumbuhkan pabrik di dalam pulau. 

Selain mendesak realisasi tarif cukai, para pengusaha tembakau Madura menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura yang diperjuangkan oleh Komunitas Muda Madura (KAMURA).

KEK Tembakau dipandang sebagai jawaban struktural agar nilai tambah ekonomi tembakau tetap berputar di Madura, mengintegrasikan petani, pabrik rakyat, hingga sektor logistik.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berencana menambah satu lapisan (layer) baru pada struktur Cukai Hasil Tembakau (CHT). Hal ini untuk memberikan ruang bagi produk rokok yang sebelumnya ilegal agar bisa masuk ke jalur resmi dan mulai menyetor pungutan ke negara.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut