Tak Punya Uang, Pasutri Jombang Bunuh Guru SMP dengan Paving

Okezone.com, Avirista Midaada ยท Sabtu, 25 Januari 2020 - 13:52 WIB
Tak Punya Uang, Pasutri Jombang Bunuh Guru SMP dengan Paving
Pasutri yang membunuh guru SMP 1 Perak Jombang (Avirista Midaada/Okezone)

JOMBANG, iNews.id - Personel Polres Jombang menangkap pasangan suami istri (pasutri) bernama Wahyu Puji Wijanarko (30) dan Sari Wahyu Ningsih (21). Bukan tanpa alasan, warga Dusun Ngrandu, Desa Cangkring Ngrandu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang itu ditangkap karena membunuh guru SMP, Elly Marida (45).

Kapolres Jombang AKBP Boby Paludin mengatakan, kedua pelaku ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan selama tiga pekan.

"Keduanya adalah pelaku utama dalam kasus pembunuhan dan perampokan terhadap Elly," kata Boby kepada wartawan, Sabtu (25/1/2020).

Boby menambahkan, korban merupakan wwarga Dusun Tondowulan, Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang ini merupakan guru mata pelajaran matematika di SMP 1 Perak. Dari hasil penyelidikan, kedua pelaku tega membunuh karena ingin menguasai harta benda milik Elly.

Insiden berdarah itu berawal saat kedua pelaku mencari indekos. Setelah lama mencari, pelaku akhirnya menemukan kosan yang dimiliki oleh Elly. Mereka kemudian melihat-lihat kamar kos tersebut. Ternyata, keduanya yang sehari-hari bekerja kuli bangunan ini tergiur dengan harta kekayaan korban.

"Usai melihat kos, kedua pelaku pamit dengan alasan beberapa waktu akan kembali menempati kosnya," kata dia.

BACA JUGA:

Heboh Penemuan Mayat Telanjang di Tambak Garam Pamekasan, Diduga Berkelamin Perempuan

5 Pengedar Narkoba Ditangkap dengan Barang Bukti Puluhan Ribu Pil Koplo di Situbondo

Usai menempati, kata Boby, pelaku akhirnya beraksi. Keduanya berbagi peran, si istri berperan mengajak korban berbincang. Sementara si suami merupakan eksekutor.

"Suaminya kemudian masuk dari dapur dan mencekik korban sampai lemas dari belakang, karena tidak meninggal dunia, korban dipukul pakai paving blok," kata dia.

Boby menambahkan, sadar korban sudah tak bernyawa, pelaku akhirnya mengambil harta benda korban. Mulai dari perhiasan, uang Rp350 ribu hingga ponsel. Kepada petugas, keduanya mengaku terpaksa merampok dan membunuh korban lantaran terdesak kebutuhan ekonomi.

"Kerja tukang bangunan. Butuh uang untuk kebutuhan sehari-hari. Saya menyesal," kata pelaku.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 339 KUHP Sub 338 KUHP, serta Pasal 365 Ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto