Surat Edaran Pribumi-Nonpribumi Akhirnya Dicabut, Pengurus RW di Surabaya Minta Maaf

Ihya Ulumuddin ยท Rabu, 22 Januari 2020 - 14:55 WIB
Surat Edaran Pribumi-Nonpribumi Akhirnya Dicabut, Pengurus RW di Surabaya Minta Maaf
Surat edaran RW 03 Kelurahan Bangkingan, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, Jatim, yang viral di media sosial. (Foto: iNews.id/Ihya` Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Pengurus RW 03, Kelurahan Bangkingan, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), akhirnya mencabut surat edaran berisi peraturan yang mendiskriminasi warga pribumi dan nonpribumi. Pencabutan ini dilakukan setelah draf peraturan tersebut viral dan menuai kritik masyarakat.

Tak hanya itu, pengurus RW 03 juga menyampaikan permohonan maaf atas aturan tersebut. Mereka tidak menyangka aturan yang telah dibuat menimbulkan polemik dan dinilai rasis.

“Saya minta maaf jika peraturan ini menjadi viral dan meresahkan. Tadi malam kami sudah menggelar rapat bersama pengurus RT dan RW. Hasilnya, peraturan itu dicabut,” kata Ketua RW 03, Kelurahan Bangkingan, Paran, kepada wartawan, Rabu (22/1/2020).

 

BACA JUGA:

Viral Surat Edaran RW di Surabaya Pisahkan Pribumi Nonpribumi, Ini 21 Poin Aturannya

Surat Edaran RW soal Pribumi dan Nonpribumi Viral, Ini Kata Pemkot Surabaya

 

Paran mengatakan, pihaknya tidak bermaksud diskriminatif apalagi bertindak rasis dengan peraturan tersebut. Menurutnya, penggunaan kata pribumi dan nonpribumi semata merujuk pada warga asli dan pendatang.

“Pribumi pengertian kami sebagai warga asli, punya kartu keluarga (KK). Jadi tidak terkait rasis. Ini murni kesalahan redaksi,” katanya.

Bahkan, peraturan tersebut sesungguhnya produk dari pengurus lama. Dia hanya mengopi dan memperbaharuinya.

“Jadi ini bukan keputusan kami dari RT atau RW. Kami hanya merangkum usulan-usulan dari bawah dan dituangkan dalam surat. Saya minta maaf jika peraturan ini menjadi viral dan meresahkan,” katanya.

Sementara itu, kalangan DPRD Surabaya mengapresiasi langkah cepat pengurus RW 03 Bangkingan atas peraturan kontroversial tersebut sehingga polemik bisa diakhiri.

“Tadi malam sudah clear. Di video yang viral, mereka juga sudah minta maaf. Sudah mencabut peraturan itu. Kita anggap mereka khilaf lah atau mungkin salah memilih diksi,” kata Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Ahmad Syafii.

Syafii mengaku sempat melayangkan surat panggilan untuk pengurus RW 03 Bangkingan hari ini. Namun, agenda tersebut akhirnya dibatalkan menyusul pencabutan peraturan oleh RW 03.

“Karena sudah dicabut, maka mereka batal kami panggil. Nanti kalau dipanggil malah jadi panjang,” katanya.


Editor : Maria Christina