Puncak Hari Santri 2020, Gus AMI Luncurkan Platform Digital SantriNet

Abdul Rochim ยท Kamis, 22 Oktober 2020 - 20:25:00 WIB
Puncak Hari Santri 2020, Gus AMI Luncurkan Platform Digital SantriNet
Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar saat menghadiri puncak peringatan Hari Santri Nasional 2020 di Malang yang disiarkan virtual, Kamis (22/10/2020). (Foto: ist)

MALANG, iNews.id - Pandemi Covid-19 berdampak serius bagi segala lini kehidupan, tidak  terkecuali dunia pendidikan termasuk pesantren. Karena itu, tepat di Hari Santri ini, PKB meluncurkan sebuah platform digital yakni SantriNet.

Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar mengatakan, aplikasi ini adalah terobosan alternatif untuk menutup celah-celah yang selama pandemi tak mungkin dilakukan. Melalui platform ini, seluruh santri di seluruh Indonesia tetap bisa menjalankan tradisi-tradisi yang selama ini ada di pesantren, khususnya dalam belajar mengajar.

Misalnya, santri bisa mengakses dan membaca kitab-kitab, pelajaran-pelajaran pesantren, mulai fikih, ilmu alat, tafsir, hadist, tarikh (sejarah), serta ilmu-ilmu lain. “Tetapi syaratnya harus daftar dulu. Santri harus melek teknologi, ini nggak bisa ditawar,” ujar Gus AMI, sapaan Muhaimin Iskandar, saat Puncak Peringatan Hari Santri Nasional 2020 di Malang, Jawa Timur, Kamis (22/10/2020) yang juga disiarkan virtual.

Panglima Santri itu mengakui, dunia pesantren juga terkena imbas dampak pandemi Covid-19. Proses belajar mengajar di pesantren berhenti, santri dipulangkan, jadwal dan tahapan-tahapan di pesantren berantakan, dan ekonomi masyarakat sekitar pun seketika berhenti.

“Sebuah situasi yang benar-benar mengancam keberlangsungan pendidikan pesantren dan karenanya harus segera dicari terobosan inovatif yang bisa menutup celah itu," ujar Gus AMI.

Menurut Gus AMI, selain perjuangan bidang anggaran untuk pesantren yang selama ini telah dilakukan, salah satu terobosan inovatif yang bisa dilakukan adalah dengan memberi pesantren infrastruktur yang memungkinkan bagi mereka untuk tetap bisa menjalankan tradisi pesantren meskipun online.

“Mekanisme online ini saya kira menjadi pilihan yang paling mungkin dilakukan di tengah kondisi yang mengharuskan kita untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Pilihan ini harus diambil untuk menghindari lost generation di pesantren," ujar Wakil Ketua DPR Bidang Kokesra itu. 

Editor : Kastolani Marzuki