Prostitusi Samaleak Gresik Dibongkar Polisi, Mucikari Masih Umur 19 Tahun

Ashadi Iksan ยท Kamis, 15 Oktober 2020 - 19:36:00 WIB
Prostitusi Samaleak Gresik Dibongkar Polisi, Mucikari Masih Umur 19 Tahun
Seorang mucikari dari Samaleak, Gresik diamankan. (Foto: SINDOnews/Ashadi Iksan)

GRESIK, iNews.id - Bisnis prostitusi di Samaleak, Kecamatan Kedamean, Gresik, Jawa Timur (Jatim) dibongkar aparat. Seorang mucikari dan enam pekerja seks komersial (PSK) diamankan.

Johan Rio Adi (19), mucikari asal Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean mendirikan warung kopi lengkap dengan fasilitas esek-eseknya. Selain Johan, ada enam PSK yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat. Mereka yakni A (29), R (20), N (29), I (20), R (18), dan V (20).

Sekali kencan, laki-laki hidung belang harus membayar Rp150.000. Tarif tersebut termasuk fasilitas kamar, minyak gel dan tisue. Bisnis lendir itu sudah berjalan setahun lebih.

Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto menjelaskan, pengungkapan prostitusi ini berdasarkan informasi dari masyarakat. Anggota langsung turun ke lokasi menuju warung milik tersangka di Dusun Samaleak, Selasa (13/10/2020) pukul 22.00 WIB.

"Anggota datang dan langsung melakukan penggeledahan. Kebetulan di lokasi, seorang PSK sedang menerima tamu," kata Arief didampingi Kasatreskrim, AKP Bayu Febrianto Prayoga, Kamis (15/10/2020).

Saat ditangkap, tersangka tidak bisa berkilah. Dia langsung digelandang ke Mapolres Gresik bersama enam wanita penghibur yang disediakan di warungnya.

Selain mengamankan tersangka, sejumlah barang bukti juga diamankan di antaranya buku tulis, catatan rekap keluar masuk tamu, uang tunai sebesar Rp400.000, dua sprei, satu minyak gel, tisu bekas dan satu potong celana dalam dan bra.

"Uang Rp 150.000 dibagi dua, Rp100.000 untuk saya dan Rp50.000 untuk PSK, tapi uangnya saya bawa dulu buat tabungan," kata Johan kepada petugas.

Mucikari ini mengaku selama pandemi Covid-19 ini penghasilannya menurun. Dalam sehari hanya dua sampai tiga lakilaki yang datang untuk menyalurkan hasrat.

Akibat perbuatannya, Johan dijerat dengan Pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.


Editor : Umaya Khusniah