Prihatin Kasus Sampang, Siswa SD Tergerak Tolak Kekerasan di Sekolah

Sony Hermawan ยท Sabtu, 03 Februari 2018 - 14:21 WIB
Prihatin Kasus Sampang, Siswa SD Tergerak Tolak Kekerasan di Sekolah
Seorang murid mendekap erat gurunya di aksi damai siswa SD Muhammadiyah 2 Surabaya melawan kekerasan di sekolah. (Foto: iNews/Sonny Hermawan)

SURABAYA, iNews.id – Ada yang menarik dari kegiatan siswa-siswi sekolah dasar (SD) Muhammadiyah 2 di Surabaya. Mereka menggelar aksi damai dengan memeluk serta memberikan seuntai bunga kepada para guru. Aksi itu ditunjukkan sebagai wujud penolakan terhadap berbagai bentuk kekerasan di sekolah.

Bukan tanpa alasan, aksi para siswa SD swasta yang masih polos itu dilatarbelakangi keprihatinan atas merosotnya nilai-nilai luhur dalam dunia pendidikan. Mereka menanggap ada kegagalan sistem pendidikan hingga terjadinya kasus penganiayaan yang menimbulkan korban jiwa di wilayah Sampang, Madura.

Dalam aksi damai itu, para siswa membentangkan beragam spanduk yang mengekspresikan kecintaan dan testimoni mereka terhadap para guru. Siswa menilai, guru bukan hanya sebagai tenaga pengajar, namun sudah dianggap layaknya orang tua.

Mereka juga membacakan puisi dan berorasi sebagai bentuk penolakan kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah. Para siswa itu kemudian memberikan bunga dan memeluk para guru, sebagai bentuk kecintaan mereka kepada sosok bapak dan ibu gurunya.

“Sosok seorang guru itu telah berjasa memberikan ilmu untuk bekal masa depan. Sebagai siswa, seharusnya kita itu menghormati dan menghargai mereka,” ucap Maya, seorang siswa SD, Jumat 2 Februari 2018.

Senada disampaikan Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 2 Choirotur Rosyidah. Dia mengatakan, aksi damai ini respons terhadap kasus kekerasan di salah satu sekolah di Sampang, Madura, hingga menimbulkan korban jiwa.

“Kami prihatin atas kekerasan yang masih terjadi dalam sekolah. Terlebih khusus kami prihatin atas korban di Sampang. Kami ikut berbela sungkawa bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.


Dia mengatakan, pihaknya menolak segala bentuk kekerasan dalam sekolah. Baik yang dilakukan guru kepada murid, murid kepada guru, maupun kekerasan lain antarsesama murid.

“Dunia pendidikan adalah kunci akhlak anak-anak menjadi lebih baik. Bisa menghormati orang tuanya, bisa menghormati gurunya, masyarakat dan pergaulan di lingkungannya. Bila masih terjadi, artinya ada sistem pendidikan yang gagal dalam sekolah itu,” kata Rosyidah.


Editor : Donald Karouw