Murid Penganiaya Guru di Sampang Dikenal Sering Berbuat Onar

Ihya' Ulumuddin, Yudha Prawira ยท Jumat, 02 Februari 2018 - 09:13 WIB
Murid Penganiaya Guru di Sampang Dikenal Sering Berbuat Onar
Jenazah Ahmad Budi Cahyono, guru SMA Negeri 1 Torjun Sampang, Madura, yang tewas setelah dianiaya muridnya. (Foto: iNews/Yudha Prawira)

SURABAYA, iNews.id – MH, siswa penganiaya guru seni rupa di SMA Negeri 1 Torjun Sampang, Madura dikenal sebagai anak nakal dan sering berbuat onar. Saking nakalnya, hampir semua guru di SMAN 1 Torjun membuat catatan merah untuk siswa tersebut. Sementara itu, Ahmad Budi Cahyono, guru seni rupa yang dianiaya pelaku, mengembuskan napas terakhirnya, Kamis, 1 Februari 2018, malam tadi.

Kepala SMA Negeri 1 Torjun Sampang, Amat menjelaskan, siswa MH selama ini memang dikenal bandel dan bermasalah dengan semua guru. “Dia sering dipanggil BK (bimbingan konseling) karena kenakalannya itu,” ujar Mamat.

Amat mengaku, kejadian tersebut sudah disampaikan ke Dinas Pendidikan setempat. Tak hanya itu pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Polres setempat. “Proses selanjutnya belum tahu. Biar pak polisi yang menangani,” ucapnya.

Ahmad Budi Cahyono, guru SMA Negeri 1 Torjun Sampang, Madura akhirnya meninggal dunia, Kamis, 1 Februari 201, malam. Guru Seni Rupa ini mengembuskan nafas terakhir sekitar pukul 21.40 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo karena mengalami mati batang otak.

Menurut keterangan keluarga, Budi dirujuk ke RSUD dr Soetomo setelah dianiaya muridnya, MH, siswa kelas XI SMAN 1 Torjun, pada Kamis 1 Februari 2018, kemarin. Budi sempat dirawat di RS Sampang setelah muntah-muntah dan tak sadarkan diri. Namun, kerena kondisi luka yang cukup parah, Budi dirujuk ke RSUD dr. Soetomo.

Penganiayaan terjadi pada Kamis siang. Saat itu, korban tengah mengajar mata pelajaran seni rupa di kelas XI, dengan materi seni lukis. Seluruh siswa tengah sibuk membuat karya sebagaimana instruksi Budi.

Namun, di tengah pelajaran berlangsung siswa MH malah berbuat onar. Dia berbicara dan mengganggu pekerjaan siswa lain dengan mencoret-coret hasil lukisan. “Melihat situasi itu, Pak Budi menegur MH. Tetapi dia malah menjadi. Hasil lukisan teman-temannya dirusak,” katanya, Jumat (2/2/2018).

Hal inilah yang membuat Budi geram. Dia lantas menghampiri MH dan menindak MH dengan mencoretkan pipinya dengan kuas. Rupanya kondisi ini membuat MH naik pitam. Dengan membabi buta dia lantas memukul Budi hingga tersungkur.  Beruntung, aksi brutal itu dilerai siswa lainnya.

“Saat itu juga, Pak Budi mengeluh sakit. Akhirnya saya minta istirahat dan pulang. Tak berselang lama, saya mendengar kabar kalau Pak Budi dirujuk ke rumah sakit. Katanya tak sadarkan diri, lantas koma. Makanya tadi malam dirujuk ke RSUD dr Soetomo,” katanya.

Sementara itu, isak tangis terus mengiringi perjalanan Budi dari kamar jenazah RSUD dr Soetomo tadi malam. Sang istri DW yang tengah hamil empat bulan bahkan berkali-kali pingsan. Dia tak kuasa menahan kesedihan, mendapati suami tercinta meninggal dengan cara seperti itu.

“Dia ini orang baik. Bahkan dengan teman-temannya di Surabaya sering komunikasi. Karena itu, kasihan sekali istrinya. Apalagi dia sedang hamil anak pertama,” tutur salah seorang kerabat korban.


Editor : Himas Puspito Putra