Pengakuan Eks Rektor Unipar yang Mundur karena Disebut Lecehkan Dosen: Saya Mau Cium, Dia Mengelak

Avirista Midaada ยท Sabtu, 19 Juni 2021 - 23:52:00 WIB
Pengakuan Eks Rektor Unipar yang Mundur karena Disebut Lecehkan Dosen: Saya Mau Cium, Dia Mengelak
Suasana di Universitas IKIP PGRI Argopuro (Foto: Istimewa/Instagram kemahasiswaan.unipar_jember)

JEMBER, iNews.id - Mantan rektor Universitas IKIP PGRI Argopuro (Unipar) Jember berinisial RS buka suara soal dugaan pelecehan seksual yang dilakukannya. Dia mengelak telah melakukan perbuatan itu kepada dosen Unipar, sebagaimana yang beredar dan telah diberitakan di sejumlah media. 

Menurut RS, ada indikasi kasus ini sengaja dipolitisasi untuk kepentingan pihak tertentu. Dia menegaskan belum sempat mencium dosen perempuan tersebut dan telah meminta maaf kepada dosen berinisial H.

"Kasusnya itu sebenarnya tidak terlalu ini, tapi dipolitisir jadi meluas. Saya pikir begini kasusnya itu, intinya itu pada saat saya mau cium dia (korban) mengelak. Setelah itu saya minta maaf dan pergi. Itu yang terjadi," kata RS saat dikonfirmasi media, Sabtu (19/6/2021). 

RS menjelaskan, kejadian saat berada di mobil saat perjalanan ke luar kota. Dia saat itu bermaksud untuk meluruskan kaki. Namun, justru yang terjadi kakinya menyentuh tangan dari dosen berinisial H ini. 

"Kejadian di mobil begini. Di dalam mobil ada sopir dia (korban) duduk di depan, saya di tengah dan ada Pak Agus (dekan). Mungkin itu penafsiran dia saja. Saat itu kaki saya kemeng pengen saya (ingin) selonjor luruskan, mungkin nyenggol tangannya. Ya saya malu kalau mau melecehkan dalam mobil," ujarnya. 

Hal serupa dibantahnya terkait dugaan laporan adanya kekerasan seksual di hotel tempat dia dan H menginap. Menurut RS, hal itu terjadi secara spontan dan tidak direncanakannya. 

"Yang di hotel itu, ya itu pak Agus (salah seorang Dekan Fakultas di Unipar), bersebelahan dengan itu (korban), pak Agus datang buka kunci pintu kamarnya saya keluar dan maksud ajak bareng pak Agus. Kemudian saya (mendatangi kamar korban), ketok kamarnya mbak itu. Begitu membuka, saya itu tidak ada rencana, tiba-tiba mau mencium itu dan dia mengelak," katanya. 

Dia pun mengaku telah meminta maaf secara langsung atas dua kejadian tersebut kepada dosen tersebut. Namun, dia pun mengaku salah telah melakukan hal yang dianggap kurang etis. 

"Saya pun minta maaf dan keluar. Tidak ada sampai ada paksaan atau lebih dari itu. Saya merasa tidak adil. Bahkan ada yang lebih berat dari saya kasusnya kok tidak diproses," ucapnya. 

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: