Pelajar SD dan SMP di Surabaya Kumpulkan Uang Rp1 Miliar untuk Penanganan Covid-19, kok Bisa?
SURABAYA, iNews.id - Aksi para pelajar sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Surabaya ini sangat inspiratif. Mereka berhasil menggalang bantuan hingga Rp1 miliar untuk penanganan pandemi Covid-19 lewat satu gerakan.
Gerakan sosial sebagai bentuk rasa empati yang tinggi terhadap sesama pelajar terkena dampak pandemi Covid-19 tersebut diberi nama "Gotong Royong Sekolah Peduli Suroboyo". Hanya dalam waktu kurang dari dua pekan, para pelajar SD-SMP seluruh Surabaya berhasil mengumpulkan bantuan berupa uang tunai dan paket sembako. Bantuan itu diserahkan langsung kepada Pemkot Surabaya.
Koordinator penggalangan bantuan pelajar SD-SMP seluruh Surabaya Aloysiana Gita menceritakan, aksi ini bermula ketika mereka melihat banyak teman sesama pelajar yang kesulitan. Di masa pandemi, banyak orang tua dari pelajar yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).
Selain itu, beberapa orang tua pelajar bahkan sampai meninggal dunia karena terpapar Covid-19. Bahkan, kondisi ekonomi keluarga dari pelajar tersebut menurun.
Gita yang juga merupakan Ketua Organisasi Pelajar Surabaya (Orpes) terketuk hatinya untuk meringankan beban sesama pelajar. Dia berinisiatif menggelar aksi penggalangan donasi yang melibatkan seluruh pelajar SD-SMP negeri maupun swasta.
"Jadi, kami benar-benar ingin membantu meringankan beban ekonomi teman-teman kami," ujar Gita di Surabaya, Kamis (19/8/2021).
Para pelajar menyerahkan bantuan melalui sekolah masing-masing. Di sana sudah tersedia keranjang yang ditata rapi lengkap disertai petunjuk tulisan agar mereka dapat langsung memasukkan bantuannya sesuai dengan kriteria jenis sembako.
Masing-masing sekolah sudah menyediakan drop box. Semisal, mereka memberikan beras, tinggal diletakkan di drop box yang bertuliskan beras. Begitu juga kalau mereka memberikan gula, bisa ditaruh di drop box yang bertuliskan gula.
Gita menegaskan, penggalangan bantuan ini bersifat sukarela. Tidak ada paksaan kepada para pelajar untuk memberikan bantuan. Meski begitu, antusiasme para pelajar untuk bergotong royong dalam aksi ini sangat tinggi. Jumlahnya pun tidak ditentukan. Mereka bebas mau menyumbang berapa pun.
Dalam penggalangan bantuan itu, mereka mengalami kesulitan untuk berkoordinasi dengan setiap sekolah. Alhasil, mereka mendapat bantuan dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya untuk menginformasikan kepada seluruh kepala sekolah SD-SMP melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) terkait aksi penggalangan bantuan tersebut.
Masing-masing Osis sekolah melaporkan hasil rekapan bantuan yang terkumpul setiap harinya. Akhirnya, hanya dalam waktu dua pekan, dari tanggal 2 sampai 13 Agustus, seluruh bantuan berhasil terkumpul.
Siswa yang duduk di bangku kelas 9 SMP ini mengaku terkejut sekaligus bangga. Dia tidak menyangka jika dana yang berhasil mereka kumpulkan ternyata lebih dari Rp1 miliar. Karena bantuan itu bersifat sukarela, mereka tidak menargetkan berapa jumlah bantuan yang harus terkumpul.
"Terkejut, jadi ramai di sosial media juga. Mereka menyisihkan tabungannya, ada juga wali murid yang ikut berpartisipasi menyumbang untuk program ini," ujarnya.
Sementara itu, Ketua OSIS SMPN 1 Surabaya Muhammad Hilmy Farasyah berharap program gotong royong sekolah peduli Suroboyo ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Dia juga menyisihkan uang saku dari ayah dan ibunya untuk membantu penanganan Covid-19 di Surabaya.
Pelajar kelas 9D SMPN 1 Surabaya ini tak lupa juga mengajak rekan-rekan sekolahnya yang lain untuk turut serta bergotong royong mendukung pemkot meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19.
Salah satu siswi kelas 6 SD Negeri 1 Airlangga Natalia Wahyu Putri juga mengaku senang bisa menjadi bagian dalam membantu Kota Surabaya. Apakagi, orang tuanya pernah terpapar Covid-19 pada tahun 2020.
"Saya secara sadar ingin membantu teman-temannya yang sedang mengalami kesulitan. Itu semua karena kemauan saya dan tidak ada paksaan," katanya.
Editor: Maria Christina