New Normal, Pemprov Jatim Siapkan Mitigasi Penanganan Covid-19 untuk Pesantren

Ihya Ulumuddin · Selasa, 02 Juni 2020 - 18:30 WIB
New Normal, Pemprov Jatim Siapkan Mitigasi Penanganan Covid-19 untuk Pesantren
Ilustrasi santri di pondok pesantren. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) siap untuk memberikan fasilitasi bagi pondok pesantren yang akan membuka kembali proses belajar. Pemprov akan membantu melakukan mitigasi agar pesantren bisa menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

"Pembukaan pembelajaran santri menjadi kewenangan masing-masing pengasuh pesantren. Namun, mereka yang tidak ada pendidikan formal, hanya ngaji, bisa langsung masuk ke pondok dengan memperhatikan protokol kesehatan ,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Selasa (2/6/2020).

Pemprov Jatim sudah menyiapkan sejumlah rencana untuk bisa mendukung dan membantu pesantren untuk bisa menegakkan protokol kesehatan. Di antaranya alat perlindungan diri (APD) ke setiap pos kesehatan pesantren (poskestren).

"Total bantuan APD yang yang kami siapkan sebanyak 34.650 buah. Bantuan APD untuk 1.286 pondok yang di dalamnya terdapat poskestren," katanya.

Selain itu, Pemprov Jatim juga akan membagikan vitamin C pada santri dengan total bantuan sebanyak 92.836 strip. Selain itu juga untuk untuk ustaz dan ustazah sebanyak 52.759 blister.

Masker juga akan didistribusikan pada pondok pesantren yang siap untuk menyambut santri untuk memulai kegiatan belajar dan mengaji. Total bantuan masker yang akan disalurkan ke sebanyak 464.182 buah untuk santri dan juga sebanyak 52.759 buah untuk ustaz dan ustazah.

Selain itu bantuan berupa tempat cuci tangan sebanyak 18.564 buah juga akan didistribusikan. Sebanyak 981.122 botol hand sanitizers untuk santri dan ustaz ustazah juga dikirimkan.

Agar pondok pesantren bisa selalu terjaga dari virus, Pemprov Jatim juga akan menyebar sprayer dan disinfektan. Penyemprotannya diharapkan akan dilakukan oleh warga sekitar melalui program cash for work.

Terakhir, para ustaz dan ustazah juga menerima bantuan sembako. Mereka adalah ustaz dan ustazah yang bermukim. Total ada sebanyak 44.845 orang.

"Bantuan ini kami rencanakan untuk mendukung penegakan protokol kesehatan. Agar setiap pesantren bisa melakukan persiapan untuk dimulainya proses belajar mengajar di pesantren," kata Khofifah.

Dia juga berharap dengan bantuan tersebut kegiatan belajar mengajar santri di pesantren bisa tetap terjaga dan aman dari penyebaran pandemi Covid-19.

Diketahui, sejumlah pesantren akan kembali memanggil para santri untuk kembali belajar dan melakukan aktivitas seperti semula. Kebijakan ini dilakukan menyusul rencana penerapan new normal di tengah pandemi.


Editor : Ihya Ulumuddin