get app
inews
Aa Text
Read Next : Sejarah Pondok Pesantren Lirboyo dan Sosok KH Abdul Karim yang Lahirkan Ulama Besar

Santri Balik ke Pesantren, Golkar Jatim: Pemerintah Harus Subsidi untuk Rapid Test

Senin, 01 Juni 2020 - 12:09:00 WIB
Santri Balik ke Pesantren, Golkar Jatim: Pemerintah Harus Subsidi untuk Rapid Test
Wakil Ketua Bidang Kerohanian DPD Golkar Jatim Muhammad Bin Mu'afi Zaini.

SURABAYA, iNews.id – DPD Golkar Jawa Timur (Jatim) meminta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terlibat aktif dalam pengembalian santri ke pondok pesantren, saat new normal nanti. Keterlibatan tersebut berupa screening, pemeriksaan kesehatan, hingga menyiapkan tenaga ahli untuk pendampingan.

Tak hanya itu, Golkar juga berharap, ada subdisi dari pemerintah untuk pemeriksaan kesehatan para santri. Ini untuk memastikan agar santri yang kembali ke pesantren benar-benar sehat. Tidak terpapar virus corona (Covid-19), sehingga lingkungan pesantren tetap aman.

“Secara kebijakan, pemerintah juga bisa mempermudah dan mempermurah surat sehat, dengan kekuatan anggarannya, termasuk bisa untuk subsidi rapid test,” kata Wakil Ketua Bidang Kerohanian DPD Golkar Jatim Muhammad Bin Mu'afi Zaini, Senin (1/6/2020).

Mu’afi mengatakan, saat ini pesantren masih tercatat sebagai salah satu tempat yang aman dari wabah Covid-19. Karenanya harus dijaga betul, agar pondok pesantren di Jatim tidak menjadi tempat pendemi baru Covid-19, terutama saat santri kembali beraktivitas.

“Karena begitu santri masuk, mereka tidak ke mana-mana. Tidak berinteraksi dengan pihak luar. Ini penting untuk dijaga betul dengan perhatian penuh dari pemerintah,” kata politisi muda yang akrab disapa Gus Mamak ini, Senin (1/6/2020).

Namun, jika proses kembalinya santri ke pesantren dilakukan asal-asalan, tanpa screening tepat, maka kata Gus Mamak, bisa jadi justru menjadi blunder. Sebab, tingkat kepadatan pesantren menjadikan interaksi fisik lebih intens.

Menurut Gus Mamak, proses screening tidak bisa dipasrahkan begitu saja kepada pesantren. Pasalnya, pengetahuan pengasuh ponpes tentang penanganan kesehatan rata-rata masih awam.

“Jadi, jika pemerintah lepas tangan, ini akan jadi bumerang bagi Jatim,” katanya.

Dia optimistis, jika proses pengembalian santri berjalan sukses tanpa membawa virus, di bawah bimbingan para pengasuh, maka bukan tidak mungkin, Covid-19 akan berkurang.

“Doa 1,1 juta orang ditambah tenaga pendidiknya ini Insyaallah akan signifikan sebagai ikhtiar batin memerangi Covid-19,” katanya.

Editor: Ihya Ulumuddin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut