Mayat Wanita Mengambang di Sungai Widas Gegerkan Warga Nganjuk

Muchtar Bagus ยท Selasa, 31 Juli 2018 - 22:34 WIB
Mayat Wanita Mengambang di Sungai Widas Gegerkan Warga Nganjuk
Petugas dan warga mengevakuasi mayat wanita tanpa identitas yang ditemukan mengambang di Sungai Widas, Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (31/7/2018). (Foto: iNews/Muchtar Bagus)

NGANJUK, iNews.id - Seorang wanita yang diperkirakan berusia 30 tahun ditemukan tewas di Sungai Widas, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (31/7/2018) sore. Belum diketahui penyebab parti kematian korban. Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah korban dievakuasi petugas ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk untuk diautopsi.

Warga Desa Pandantoyo, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, sore tadi gempar dengan penemuan sesosok mayat wanita muda di Sungai Widas itu. Saat ditemukan, mayat tersebut dalam posisi mengambang di tengah sungai.

Selain masih mengenakan pakaian lengkap, di telinga wanita ini juga tampak mengenakan anting-anting emas. Namun, warga kesulitan mengidentifikasi korban lantaran tidak ditemukan kartu identitas pada tubuh korban.

Penemuan mayat tersebut kemudian dilaporkan kepada polisi. Petugas yang datang ke lokasi kejadian belum dapat memastikan, apakah wanita ini korban pembunuhan atau tewas karena sebab lain. Pasalnya, tubuh korban juga sudah mulai membusuk.

Kapolres Nganjuk, AKBP Dewa Nyoman Nanta mengatakan, pihaknya kesulitan mengidentifikasi korban lantaran kondisinya yang sudah mulai membusuk. “Kami masih dalami sementara, karena sudah tidak ditemukan sidik jari. Sementara wajahnya juga sudah tidak bisa dikenali,” ucapnya, saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (31/7/2018).

Polisi pun masih menunggu hasil autopsi korban untuk mengidentifikasi dan mengetahui penyebab kematian korban. “Kami sekarang masih menunggu pemeriksaan dari dokter forensik. Nanti kalau sudah ada perkembangan, kami baru akan cari tahu identitas korban,” ujar Dewa.

Untuk mengungkap kasus ini, petugas kemudian mengevakuasi jasad korban dan membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk untuk diautopsi.


Editor : Himas Puspito Putra