Ledakan Petasan Maut di Ponorogo, Gegana Temukan 5 Kg Bahan Peledak Low Explosive
Daya ledak diperkirakan berasal dari bahan baku seberat 2 hingga 5 kilogram yang diracik di luar bangunan. Ledakan tersebut bahkan membentuk kawah sedalam sekitar 5 sentimeter di tanah.
“Mungkin 2-5 kilogram karena dibuat di luar rumah, tekanan ke luar menyebar dan kreter kedalaman atau kawah ledakan sampai 5 sentimeter, itu sangat besar,” ujarnya.
Polisi juga menyoroti kemudahan masyarakat memperoleh bahan seperti belerang dan potas di pasaran. Hal ini menjadi tantangan pengawasan, terutama menjelang perayaan hari besar.
“Barang seperti ini, bisa didapat oleh masyarakat secara luas,” katanya.
Kompol Sandi mengimbau masyarakat tidak mencoba merakit bahan peledak serupa. Dia mengingatkan pada tahun lalu, tercatat 23 kasus ledakan petasan di Jatim yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian material besar.
“Imbauan saya untuk masyarakat tidak usah membuat hal yang seperti ini, berkaca tahun lalu sekitar 23 TKP di Jawa Timur. Korban jiwa dan kerugian materialnya sangat besar ada banyak korban. Terkait dengan petasan, dan minggu lalu kejadian di Situbondo juga ada korban yang meninggal. Jadi kami harap kepada masyarakat tidak membuat bahan peledak seperti ini,” katanya.
Diketahui, peristiwa ledakan maut di Ponorogo ini menelan tiga korban, seluruhnya warga setempat. Satu pelajar meninggal dunia di lokasi, sementara dua lainnya masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar berat.
Editor: Donald Karouw