Ledakan Dahsyat Mirip Bom di Mojokerto Masih Jadi Misteri, Ini Kata Kapolres 

Tritus Julan · Kamis, 28 Januari 2021 - 20:18:00 WIB
Ledakan Dahsyat Mirip Bom di Mojokerto Masih Jadi Misteri, Ini Kata Kapolres 
Lokasi ledakan dahsyat di bekas galian C di Dusun Watu Umpak, Desa Kepuhpandak, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Api masih tampak berkobar meski sudah berusaha dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran. (Foto: SINDOnews/Tritus Julan)

MOJOKERTO, iNews.id - Ledakan dahsyat yang terjadi di tumpukan sampah bekas galian C di Dusun Watu Umpak, Desa Kepuhpandak, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), pada Rabu (20/1/2021), hingga kini masih menjadi misteri. Petugas kepolisian belum bisa memastikan penyebab ledakan mirip suara bom tersebut.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Aleksander mengungkapkan, pihaknya tidak mau berandai-andai perihal sumber ledakan misterius di lahan bekas galian C milik Muslikh (60). Dia masih menunggu hasil uji laboratorium forensik terhadap sampel sisa ledakan.

"Sekarang posisinya sudah di laboratorium forensik untuk dilakukan pengecekan, apakah sumber ledakan ini sampah ataukah ada yang membuang sesuatu benda yang ada di sana, ini kita masih menunggu," kata Dony, Kamis (28/1/2021).

Terkait dengan keterangan warga yang menyaksikan adanya fenomena bola api sebelum ledakan terjadi, Dony mengaku belum bisa memastikan hal itu ada. Sebab, tidak ada bukti-bukti baik berupa foto maupun video yang bisa memperkuat keterangan warga itu.

"Tapi kita secara ilmiah melalui uji laboratorium forensik yang menentukan penyebab ledakan, penyebab api itu dari mana. Ini kami masih berkoordinasi agar tidak simpang siur mengarah kemana-mana. Nanti akan kami jawab penyebab ledakan dan juga asal mula api itu dari mana," kata Dony.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Rifaldhy Hangga Putra menyatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan tim Labfor Polda Jatim terkait dengan hasil uji sampling yang diambil di lokasi ledakan. Namun sejauh ini, hasil tersebut belum keluar.

"Belum, kami masih melakukan koordinasi. Kami juga sudah turunkan tim ke lapangan lagi untuk melakukan pemeriksaan. Untuk bahan kimia, kami belum tahu karena itu menunggu hasil labfor. Jika pemeriksaan di lokasi yang didapati hanya gabus, serbuk kayu," kata Rifaldhy.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2