Kronologi Bayi Tertukar di Sumenep, Polda Jatim Lakukan Tes DNA
SUMENEP, iNews.id – Seorang bayi di Sumenep diduga tertukar, tiga hari setelah dilahirkan di RSUD dr Mohammad Anwar, Sumenep. Bayi pasangan suami istri Subroto dan Numaningsih itu mendadak berambut lebat saat digendong ibunya. Padahal, tiga hari sebelumnya bayi tersebut belum berambut.
Orang tua korban syok atas kejadian ini dan menolak bayi berambut yang diberikan pihak rumah sakit. Untuk mendapat kepastian, kedua orang tua bayi telah melaporkan kasus ini ke polisi. Sebagai bukti, Subroto menyertakan foto dan video saat bayi pertama kali disusui.
Orang tua bayi, Subroto menceritakan, kasus ini bermula saat bayi dilahirkan pada 13 November lalu. Saat itu bayi lahir normal dan disusukan langsung kepada ibunya. Sang ayah juga sempat menggendong dan mengazani bayi sesaat setelah dilahirkan.
Setelah itu, bayi dikembali ke ruang khusus sambil menunggu pemulihan ibunya setelah persalinan. Tiga hari berselang bayi kembali diserahkan ke ibunya untuk disusui. Saat itulah topi yang dikenakan bayi jatuh.
Seketika orang tua bayi kaget. Sebab, saat menyusukan pertama, bayi tersebut tidak berambut. “Pas pertama didusui bayinya gundul. Tidak ada rambutnya. Tetapi pas mau menyusukan lagi, rambut bayi itu lebat, wajahnya juga beda,” kata Subroto, Jumat (4/12/2020).
Saat itu juga Subroto melaporkan kejanggalan tersebut kepada perawat. Namun, tidak ada respons. Semua pertanyaan Subroto tentang kejanggalan tersebut tidak dijawab hingga kondisi istrinya pulih dan siap untuk pulang.
“Tetapi, pas mau pulang, saya dikasih bayi yang rambutnya lebat. Bukan bayi pertama yang disusui. Akhirnya saya tolak. Sebab, saya dan istri yakin sekali bahwa bayi itu tertukar,” katanya.
Karena itu, dia berharap segera ada kepastian atas anaknya. Saat ini proses penyelidikan masih berlangsung, tim Polda Jatim juga sudah turun tangan untuk melakukan tes DNA. Namun, Subroto tetap merasa ada sesuatu yang janggal. Sebab, dia dan istrinya dilarang melihat bayi,
Sementara itu, pihak RSUD dr Mohammad Anwar belum bisa dikonfirmasi atas masalah ini. Pihak manajemen menolak ditemui untuk memberikan klarifikasi. Melalui sambungan telepon, direktur utama rumah sakit menyampaikan bahwa kasus tersebut sedang ditangani Tim DVI Polda Jatim untuk tes DNA.
Editor: Ihya Ulumuddin