Kisah Sastrawan Besar Indonesia Iwan Simatupang yang Meninggal Dunia secara Tragis

Solichan Arif · Selasa, 18 Januari 2022 - 11:00:00 WIB
Kisah Sastrawan Besar Indonesia Iwan Simatupang yang Meninggal Dunia secara Tragis
Tampak foto Iwan Simatupang dan Corry, istrinya (foto : repro)

BLITAR, iNews.id - Indonesia pernah memiliki sastrawan besar bernama Iwan Simatupang. Sejumlah karyanya pernah mengguncang dunia sastra Indonesia seperti novel Ziarah, Merahnya Merah, Kering, Kooong, kumpulan cerpen Tegak Lurus dengan Langit. 

Sayang, perjalanan hidupnya tak semulus karyanya. Pembaharu sastra Indonesia itu meninggal dunia secara tragis di tengah keterpurukan ekonomi. 

Iwan Simatupang menyebut novel-novelnya sebagai novel masa depan, tanpa pahlawan, tanpa tema dan tanpa moral. Tokoh utamanya nyaris selalu berjenis kelamin laki-laki, tidak memiliki identitas atau nama pribadi, kecuali sebutan profesi atau alias, dan kerap memakai frase panggilan “tokoh kita”. 

Iwan seorang penganut filsafat eksistensialisme dan fenomenologi. Karyanya yang dianggap ganjil, menuai banyak pujian sekaligus kecaman. "Sastrawan ini secara kontroversial telah mengguncang dunia kesusasteraan Indonesia modern menjelang akhir dekade 1960-an dengan novel-novelnya," tulis Kurnia Jr dalam buku “Inspirasi ?Nonsens!, Novel-novel Iwan Simatupang”.

Di sepanjang tahun 1953 hingga 1970, Iwan nyaris tidak berhenti menulis esai. Esai-esainya kemudian dikumpulkan dengan judul Kebebasan Pengarang dan Masalah Tanah Air. Iwan juga menulis sejumlah sajak yang sedikit orang tahu.

Korespondensinya dengan sastrawan Yogyakarta, Bambang Soelarto (Penulis naskah drama Domba-domba Revolusi) terkumpul menjadi surat politik dan oleh penerbit lalu diberi judul: Surat-surat Politik Iwan Simatupang 1964-1966.

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: