Ketua PCNU Jember Gelar Hajatan saat PPKM, Panitia Didenda Rp10 Juta dan Dikurung 15 Hari

Antara ยท Sabtu, 31 Juli 2021 - 17:21:00 WIB
Ketua PCNU Jember Gelar Hajatan saat PPKM, Panitia Didenda Rp10 Juta dan Dikurung 15 Hari
Sidang pelanggaran protokol kesehatan yang digelar secara virtual di Kantor Satpol PP Jember, Jumat (30/7/2021) (Foto: Polres Jember)

JEMBER, iNews.id - Hajatan yang digelar Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember KH Abdullah Syamsul Arifin saat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), telah melanggar protokol kesehatan. Atas pelanggaran tersebut, panitia dikenakan pidana denda Rp10 juta dengan kurungan 15 hari.

Hukuman tersebut disampaikan dalam sidang virtual pelanggaran protokol kesehatan dengan proses penindakan di Kantor Satpol PP Jember. Sidang diawali dengan pemeriksaan beberapa saksi di lokasi pelaksanaan, termasuk dari pihak orang tua mempelai dan ketua panitia pelaksanaan hajatan yang dihadiri oleh Satgas.

Dalam sidang tersebut hadir ketua panitia penyelenggara acara hajatan di Desa Curahkalong, yakni Taufik Hidayat, yang menjadi terdakwa dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan tersebut.

"Hari ini digelar sidang pelanggaran protokol kesehatan. Dari sidang itu ada keputusan jelas, yakni denda Rp10 juta dan kurungan 15 hari karena dinilai melanggar protokol kesehatan," kata Bupati Jember yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Hendy Siswanto, Sabtu (31/7/2021).

Dia mengatakan, resepsi pernikahan terjadi di Ponpes Darul Arifin di Desa Curahkalong, Kecamatan Bangsalsari, pada 28 Juli 2021 dan tidak mengikuti protokol kesehatan. Satgas bersama TNI dan Polri melakukan penyelidikan atas kasus pelanggaran protokol kesehatan di hajatan pernikahan anak Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin atau biasa dipanggil Gus Aab.

"Acara pernikahan di tengah penerapan PPKM Level 4 dinilai melanggar aturan. Kepada pihak penyelenggara langsung diberikan sanksi tegas," kata Bupati Jember.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: