Ketua DPD Sesalkan Pencurian Benda-Benda Bersejarah di Situs Srigading dan Pamotan

Ihya Ulumuddin · Selasa, 01 Maret 2022 - 16:27:00 WIB
Ketua DPD Sesalkan Pencurian Benda-Benda Bersejarah di Situs Srigading dan Pamotan
Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalitti saat mengunjungi rumah Sultan Buton yang juga dijadikan sebagai Pusat Kebudayaan Wolio, tempat menyimpan sejumlah benda-benda Kesultanan Buton, beberapa waktu lalu. (Foto: DPD)

SURABAYA, iNews.id - Ketua DPD AA La Nyalla Mahmud Mattalitti menyesalkan pencurian benda-benda bersejarah di Situs Srigading, Malang dan Situs Pamotan. Padahal benda bersejarah itu memiliki nilai yang tinggi, utamanya sebagai pengetahuan masyarakat.

"Sangat disayangkan aksi pencurian itu dilakukan untuk memenuhi hasrat pribadi. Padahal, benda bersejarah itu menjadi ilmu pengetahuan tentang perjalanan bangsa ini," kata La Nyalla di sela-sela reses di Jawa Timur, Selasa (1/3/2022).

La Nyalla mengatakan, benda yang dicuri merupakan batu diduga prasasti. Namun, sejumlah pelaku meninggal dengan cara misterius. Dia mengimbau kepada siapa pun agar tidak melakukan tindak pencurian benda-benda bersejarah.

"Karena selain benda bersejarah itu sakral, juga memiliki makna yang dalam. Jadi bukan hanya sebatas benda kuno," kata La Nyalla.

Senator asal Jawa Timur itu mengajak masyarakat untuk menjaga dan melestarikan peninggalan bersejarah. Setiap benda peninggalan itu menunjukkan perkembangan peradaban manusia. Benda-benda itu menuturkan sejarah dan peristiwa yang dilalui setiap manusia pada zamannya masing-masing.

"Benda-benda bersejarah itu harus dilestarikan. Ada sejarah, ada cerita peradaban bangsa ini dalam situs tersebut. Kita semua memiliki tanggung jawab melestarikannya," katanya.

Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno era Mpu Sindok yang disebut Situs Srigading Malang terkenal keramat. Situs yang berada di tengah perkebunan itu kerap dijadikan tempat bertapa dan menepi.

Sebagai informasi, BPCB Jatim telah melakukan ekskavasi dua tahap di Situs Srigading Malang. Ekskavasi pertama dilakukan pada 7-12 Februari 2022. 

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: