Kapolri Beberkan Kronologi Tragedi Kanjuruhan, Sempat Ada Permohonan Ubah Jadwal Laga

Avirista Midaada ยท Jumat, 07 Oktober 2022 - 09:42:00 WIB
Kapolri Beberkan Kronologi Tragedi Kanjuruhan, Sempat Ada Permohonan Ubah Jadwal Laga
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat mengumumkan tersangka pelaku tindak pidana dan terduga pelanggaran etik dalam Tragedi Kanjuruhan Malang, Kamis (6/10/2022). (iNews)

MALANG, iNews.id - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo membeberkan kronologi tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang. Tragedi ini terjadi seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022) malam.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit menjelaskan, awalnya pihak Panpel Arema FC mengirimkan surat kepada Polres Malang pada 12 September 2022. Saat itu Panpel Arema FC mengirimkan surat permohonan laga digelar pukul 20.00 WIB.

"Polres Malang menanggapi surat secara resmi, untuk mengubah jadwal pelaksanaan menjadi pukul 15.30 WIB dengan pertimbangan keamanan," kata Listyo, saat konferensi pers di Mapolresta Malang Kota, Kamis malam (6/10/2022).

Permintaan itu lantas ditolak oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1. Alasannya, jika waktu pertandingan digeser, maka akan ada sejumlah konsekuensi yang harus ditanggung seperti adanya pembayaran ganti rugi.

Kemudian dikatakan Listyo, Polres Malang melakukan persiapan pengamanan melaui sejumlah rapat koordinasi dan menambah personel yang akan bertugas pada laga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dari sebelumnya 1.073 personel menjadi 2.034 personel.

"Kemudian, dalam rakor tersebut juga disepakati khusus untuk suporter yang hadir hanya dari Aremania," ujarnya.

Pertandingan, yang berjalan pada 1 Oktober 2022 pukul 20.00 WIB hingga selesai tersebut berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan tim tamu. Proses pertandingan semua lancar, namun saat akhir pertandingan muncul reaksi dari suporter terkait hasil yang ada.

Muncul beberapa penonton yang masuk lapangan, dan kemudian tim melakukan pengamanan khususnya kepada ofisial dan pemain Persebaya Surabaya dengan menggunakan empat unit kendaraan taktis barakuda. 

"Proses evakuasi berjalan cukup lama, hampir satu jam, karena sempat terjadi kendala dan hambatan karena memang terjadi penghadangan. Namun demikian semua bisa berjalan lancara dan evakuasi saat itu dipimpin Kapolres Malang," tuturnya.

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2

Follow Berita iNewsJatim di Google News

Bagikan Artikel: