Jangkau Masyarakat Jatim, Lumbung Pangan Diperluas ke 33 Daerah

Ihya Ulumuddin ยท Jumat, 31 Juli 2020 - 20:07 WIB
Jangkau Masyarakat Jatim, Lumbung Pangan Diperluas ke 33 Daerah
Lumbung Pangan Jatim memanfaatkan layanan antar untuk mengirim sembako pesanan warga. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.idLumbung Pangan Jawa Timur (Jatim) diperluas hingga 33 daerah di Jatim. Ada lima tambahan daerah baru dari sebelumnya 23 daerah. Kelima daerah baru itu meliputi Kabupaten Banyuwangi, Situbondo, Sumenep, Sampang, dan Pamekasan.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berharap lima daerah baru itu bisa memanfaatkan program tersebut. “Belanja bahan pokok dengan harga terjangkau dan bebas ongkos kirim,” katanya, Jumat (31/7/2020).

Khofifah mengatakan, perluasan daerah sengaja dilakukan agar layanan sembako murah bisa dinikmati seluruh warga Jatim, terutama daerah yang pasarnya menjadi sampling survei Badan Pusat Statistik (BPS). Di daerah tersebut diupayakan ada penyediaan sembako murah untuk bisa menjaga stabilitas harga.

“Target kami, pada tanggal 6 Agustus 2020 mendatang layanan Lumbung Pangan Jatim bisa menjangkau seluruh 38 kabupaten/kota di Jatim,” kata Ketua Umum PP Muslimat NU ini.

Khofifah juga bersyukur masyarakat cukup antusias mengakses layanan sembako murah free ongkir tersebut. “Setiap hari jumlah pembeli terus bertambah, terutama via online,” ujarnya.

Kemarin misalnya, transaksi online free ongkir mencapai 361 transaksi. Rata-rata transaksi belanja online selalu berkisar antara 300 hingga 360 pembelian dalam sehari. Sedangkan yang offline antara 150 hingga 200 pembelian dalam sehari.

Khofifah mengatakan, program ini juga selaras dengan upaya pencegahan Covid-19. Sebab, masyarakat tidak perlu datang ke lokasi, cukup memesan melalui online. “Lebih aman, juga murah,” katanya.

Diketahui, omzet Lumbung Pangan Jatim terus meningkat sejak diluncurkan beberapa bulan lalu. Pada 21 Juli hingga 29 Juli 2020 misalnya, omzet Lumbung Pangan Jatim mencapai Rp632 juta. Komoditas yang paling diminati yakni gula, dengan rata-rata penjualan sebanyak 2 ton setiap hari. Kemudian beras dengan rata-rata penjualan 1 ton setiap hari.


Editor : Ihya Ulumuddin