Angkat Tema Sosial, Ini Pesan Khotbah Salat Id di Masjid Al Akbar Surabaya

Ihya Ulumuddin ยท Jumat, 31 Juli 2020 - 09:52 WIB
Angkat Tema Sosial, Ini Pesan Khotbah Salat Id di Masjid Al Akbar Surabaya
ribuan jemaah mengikuti salat Id di Masjid Al Akbar Surabaya dengan protokol kesehatan ketat. (fFoto: iNews.id/Ihya Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Pesan sosial menjadi tema penting dalam khotbah salat Id di Masjid Nasional Al Akbar, Jumat (31/7/2020). Khotbah ini disampaikan Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur (Jatim), Ahmad Zayadi.

Dalam khotbah tersebut Zayadi mengutip hasil riset pakar psikologi sosial University of British Colombia, Elizabeth Dunn, bahwa, semakin besar uang atau harta yang dibelanjakan untuk menolong sesama, maka semakin besar dampak kebahagiaan yang ditimbulkan. Bukan hanya bagi penerima, tetapi juga yang membelanjakannya.

“Spending money on others promotes happines” (membelanjakan uang untuk orang lain meningkatkan kebahagiaan),” katanya dihadapan ribuan jemaah, Jumat (31/7/2020).

Temuan ilmiah tersebut, kata Zayadi, menunjukkan bahwa yang terpenting bukanlah jumlah uang yang kita miliki, tetapi bagaimana kita membelanjakannya.

“Orang yang menyedekahkan uang atau hartanya untuk membantu mereka yang membutuhkan, ternyata lebih bahagia daripada mereka yang menghamburkan uang untuk kepuasan diri sendiri,” ujarnya.

Sayangnya, sebagian orang masih berpandangan keliru. Sebab, mereka justru mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya untuk kepentingan pribadi demi mengejar kebahagiaan semu.

Karena itu, momentum Idul Adha diharapkan bisa menyadarkan umat, untuk membangun negeri. Sebab, Idul Adha menekankan prinsip solidaritas dan soliditas publik.

“Pada saat ini kita semua bahu-membahu, bergotong royong dalam ikhtiar bersama menanggulangi wabah corona. Seberat apapun problem yang dihadapi oleh negara ini, dengan modal semangat pengorbanan dan solidaritas kemanusiaan, niscaya berbagai masalah akan teratasi,” ujarnya.

Langkah tersebut kata Zayadi juga akan mengikis sikap mementingkan diri sendiri dan mencintai harta secara berlebihan. “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” katanya.

Di akhir khotbah, Zayadi mengatakan ibadah kurban mempunyai dua nilai, yakni kesalehan spiritual dan kesalehan sosial. Kesalehan spiritual berupa penyerahan diri kepada Allah dang mengekang egoisme, sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim As.

“Sedangkan kesalehan sosial tercermin dari semangat rela berkorban, seperti dalam diri Ismail As. Sikap ini penting untuk diteladani, terumata bagi generasi muda Indonesia,” katanya.

Humas Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Helmy M Noor mengatakan, sebanyak 5.000 jemaah hadir pada salat Idul Adha kali ini. Ibadah ini juga diikuti Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

“Kami juga terjunkan 200 relawan untuk mengarahkan jemaah untuk mematuhi protokol kesehatan,” katanya.

Helmy juga bersyukur, meski masa pandemi Covid-19, perolehan hewan kurban masih relatif banyak. Total perolehan hewan kurban sebanyak 92 ekor, terdiri atas 26 sapi dan 66 kambing. “Angka ini tidak jauh beda dari tahun sebelumnya,” katanya.


Editor : Ihya Ulumuddin